Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Di Balik Banjir Bumiaji: Alih Fungsi Lahan 109 Hektare, Sedimentasi Sungai Tembus 97 Ribu Meter Kubik Per Tahun

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Yunan Helmy

14 - Apr - 2026, 17:03

Placeholder
Susur sungai dilakukan di aliran Kali Krecek pasca-bencana banjir lumpur akhir Maret lalu menemukan data sedimentasi dan alih fungsi lahan masif di wilayah Tulungrejo hingga Punten.(Foto: Dokumen Prokopim Setda Kota Batu)

JATIMTIMES – Banjir luapan Kali Krecek yang kembali terjadi beberapa waktu lalu kini masih masih menghantui kawasan Tulungrejo dan Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Bukan lagi sekadar persoalan curah hujan, data terbaru mengungkap kondisi hulu Bumiaji kini kritis akibat masifnya sedimentasi dan alih fungsi lahan menjadi pertanian hortikultura semusim yang abai kaidah konservasi.

Upaya susur sungai pasca-bencana banjir luapan pada 30 Maret lalu mengungkap fakta mencengangkan. Berdasarkan hasil audit lapangan tim gabungan BPBD dan DPUPR, tercatat sebanyak 109,188 hektare lahan yang seharusnya berfungsi sebagai area tangkapan air kini telah berubah menjadi lahan pertanian sayur.

Baca Juga : Jalur Klemuk Batu Kembali Ditutup untuk Roda 4, Dishub Mulai Pasang Barrier Beton Permanen

Dampaknya fatal, erosi tanah di lahan miring memicu sedimentasi hingga mencapai 97.107 meter kubik per tahun. 

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa tingginya angka sedimentasi inilah yang menjadi biang kerok pendangkalan sungai.

Setiap tahun, nyaris 100 ribu meter kubik material tanah turun ke sungai, menutup kapasitas tampung air, dan akhirnya meluap merusak infrastruktur serta pemukiman warga seperti yang terjadi pada akhir Maret lalu.

"Kita tidak bisa lagi hanya fokus memperbaiki saluran di hilir. Akar masalahnya ada di hulu. Bayangkan, 97 ribu meter kubik sedimen turun tiap tahun, ini angka yang sangat mengerikan bagi keselamatan ekologi Kota Batu," tegas Nurochman, belum lama ini.

Data ini selaras dengan catatan bencana sebelumnya yang menempatkan  wilayah utara Kota Batu menjadi titik paling rentan longsor dan banjir bandang. Hilangnya fungsi hutan membuat akar tanah kehilangan daya ikat, sehingga saat hujan intensitas tinggi, tanah di wilayah miring Bumiaji berubah menjadi material bawaan atau lumpur yang ikut menyertai banjir.

Menyikapi data tersebut, Pemkot Batu tidak ingin sekadar melarang petani, namun menawarkan solusi ekonomi hijau. Petani di kawasan hulu didorong untuk melakukan transformasi pola tanam dari tanaman semusim (sayur-mayur) ke tanaman tegak bernilai ekonomi tinggi seperti kopi dan kakao.

"Kami fasilitasi petani untuk beralih. Tanaman tegak punya akar yang mampu mengikat tanah secara permanen untuk mencegah erosi, sementara hasilnya tetap memberikan penghasilan berkelanjutan bagi petani. Fungsi konservasi pulih, ekonomi tetap jalan," tambah pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Blitar Percepat Universal Coverage, Capaian UCJ Tembus 41,04 Persen

Selain masalah lahan pertanian, Cak Nur juga memberikan instruksi terkait tata ruang di wilayah utara. Ia memerintahkan audit menyeluruh terhadap seluruh izin usaha di wilayah rawan bencana.

Kepatuhan terhadap analisis risiko bencana sesuai Perda No. 2/2015 kini menjadi harga mati. Wali Kota memberi peringatan keras bagi bangunan komersial maupun pengembang yang mengabaikan aspek teknis di wilayah berisiko tinggi.

"Penegakan aturan harus tanpa pandang bulu. Jika ada pelanggaran tata ruang yang terbukti memicu bencana, maka evaluasi perizinan hingga tindakan hukum wajib dilakukan demi keselamatan warga Batu," pungkasnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Batu berharap siklus banjir tahunan di Bumiaji bisa terputus melalui pemulihan ekosistem hulu yang lebih sehat dan terukur secara data.


Topik

Peristiwa Banjir Kota Batu alih fungsi lahan sedimentasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy