Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Suhu Haji 2026 Diprediksi 42 Derajat, Ini yang Harus Disiapkan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Apr - 2026, 05:58

Placeholder
Ilustrasi haji. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Musim haji 2026 diperkirakan berlangsung pada periode Mei hingga Juni, fase yang dikenal sebagai salah satu waktu terpanas di Mekkah dan Madinah. 

Berdasarkan data iklim historis dari sejumlah sumber internasional dan otoritas meteorologi Arab Saudi, suhu siang hari berpotensi menyentuh 42 derajat Celsius, bahkan bisa lebih tinggi di titik tertentu.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Wage 7 April 2026: Awas Rahasia Rawan Terbongkar

Kondisi ini harusnya menjadi perhatian bagi calon jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Namun, para pendamping ibadah mengingatkan bahwa panas ekstrem bukan untuk ditakuti, melainkan harus dihadapi dengan persiapan yang matang.

Berdasarkan data historis cuaca, suhu rata-rata Mekkah pada Mei berkisar 38-39 derajat Celsius, lalu meningkat pada Juni hingga sekitar 43,8 derajat Celsius dengan curah hujan nyaris nol. 

Dilansir dari akun Instagram @konsultanhaji, kondisi cuaca panas pada musim haji tahun ini bukan sekadar asumsi.

"Haji 2026 diperkirakan suhunya mencapai 42 derajat Celcius. Ini bukan asumsi, namun data iklim historis," ujar akun tersebut.

Masih dari unggahan yang sama, disebutkan bahwa periode Mei-Juni memang menjadi fase panas di kawasan Tanah Suci.

"Berdasarkan data cuaca dari sumber internasional dan otoritas Arab Saudi, periode Mei-Juni ini di Mekah Medina memang merupakan fase yang panas," ujarnya.

Prediksi ini juga sejalan dengan penjelasan Saudi National Center for Meteorology, yang sebelumnya menyebut suhu musim haji dapat berada pada rentang 40 hingga 47 derajat Celsius. 

Merespons kondisi ini, jemaah haji perlu mempersiapkan beberapa hal sebelum berangkat ke tanah suci. Salah satu poin yang perlu ditekankan adalah disiplin menjaga cairan tubuh."Pertama, jangan menunggu haus untuk minum. Biasakan minum setiap 15 atau 20 menit sekali," ujarnya.

Imbauan itu disertai saran teknis agar jemaah tidak minum sekaligus dalam jumlah banyak."Cukup satu teguk setiap 15 menit seperti ini. Ingat, satu teguk atau maksimal dua teguk saja tiap 15 menit," ujarnya.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke, yang kerap menjadi risiko saat ibadah berlangsung di bawah terik matahari.

Pada musim haji sebelumnya, suhu di Mekkah bahkan sempat melampaui 50 derajat Celsius di sejumlah area terbuka.

Baca Juga : Persiapan Haji 2026, Ini Daftar Vaksin Wajib Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Selain asupan cairan, jemaah juga diminta memperhatikan pakaian yang digunakan selama ibadah."Kemudian kedua, gunakan pakaian yang ringan, longgar, dan menyerap keringat," ujarnya.

Pengaturan energi saat beribadah juga menjadi hal yang tak kalah penting, terutama saat menjalani rangkaian ibadah di luar ruangan seperti wukuf, lempar jumrah, maupun perjalanan antar lokasi.

"Ketiga, atur energi ibadah. Hindari aktivitas luar ruangan di siang hari. Dan jangan memaksakan diri," ujarnya.

Banyak jemaah biasanya memilih memperbanyak aktivitas ibadah malam hingga dini hari untuk menghindari paparan panas berlebih.

Jemaah juga diingatkan untuk segera mengenali gejala awal tubuh yang mulai terdampak suhu ekstrem."Keempat, kenali tanda bahaya seperti pusing, mual, lemas. Segera istirahat dan lapor pada petugas," ujarnya.

Gejala seperti sakit kepala, tubuh terasa sangat lemas, mual, kulit memerah, hingga jantung berdebar bisa menjadi tanda tubuh mengalami stres panas.
Karena itu, petugas haji biasanya menyiapkan pos kesehatan dan tim pendamping di sejumlah titik.

Pesan yang paling ditekankan adalah kesiapan fisik dan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci. "Haji bukan soal siapa yang paling kuat, namun siapa yang paling siap," ujarnya.

Ia menambahkan, persiapan yang baik akan membuat ibadah tetap berjalan aman dan khusyuk."Dengan ilmu dan persiapan yang benar, insyaallah haji 2026 tetap aman, nyaman, dan penuh makna. Semangat haji!" tutup Konsultan Haji.

Dengan prediksi suhu tinggi ini, calon jemaah diimbau mulai mempersiapkan diri sejak sekarang, mulai dari menjaga kebugaran, membawa perlengkapan pendukung seperti payung dan botol minum, hingga memahami pola aktivitas selama di Tanah Suci.


Topik

Peristiwa haji 2026 suhu udara



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri