Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Tak Hanya Daging Sapi, Pembeli Ikan Segar Turut Anjlok Imbas Harga Naik

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

13 - Aug - 2026, 18:02

Placeholder
Komoditas daging sapi di Pasar Bunulrejo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Tekanan harga pangan di pasar tradisional Kota Malang mulai terasa bukan hanya pada daging sapi. Harga ikan laut juga mengalami kenaikan dan membuat pedagang harus menghadapi penurunan jumlah pembeli.

Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan harga komoditas pangan mulai berimbas pada daya beli masyarakat. Pedagang menjadi pihak yang langsung merasakan dampaknya karena kenaikan harga tidak selalu bisa diikuti dengan kemampuan konsumen untuk tetap berbelanja dalam jumlah yang sama.

Baca Juga : Empat Masalah Menjadi Alasan 10 SPPG di Kabupaten Malang Sempat Kena Suspend

Pedagang daging sapi di Pasar Bunul, Sarpin, mengatakan kenaikan harga membuat penjualan hariannya turun cukup drastis. Padahal, sebelumnya ia terbiasa menjual hingga sekitar 50 kilogram daging sapi dalam sehari.

“Biasanya 50 kilogram habis. Kalau sekarang lakunya sekitar 15 sampai 30 kilogram per hari,” kata Sarpin.

Menurutnya, mayoritas pembeli daging sapi berasal dari pemilik warung. Mereka biasanya membeli daging untuk kebutuhan usaha kuliner, sehingga perubahan harga turut memengaruhi jumlah belanja.

Saat ini, daging sapi untuk kebutuhan seperti rawon dijual sekitar Rp140 ribu per kilogram. Sedangkan daging dengan kualitas lebih baik mencapai Rp150 ribu per kilogram.

Sementara harga jeroan relatif lebih rendah, yakni sekitar Rp60 ribu per kilogram. Menurut Sarpin, kenaikan harga daging tidak terlepas dari kondisi sapi yang semakin mahal dan pasokannya yang disebut mulai berkurang.

“Dari sapinya. Sapinya agak berkurang juga, sapi mahal,” ujarnya.

Tekanan serupa dirasakan pedagang ikan laut. Intan, pedagang ikan di Pasar Bunul, mengatakan sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Komoditas yang terdampak antara lain tuna, kembung dan tongkol. Kenaikannya bervariasi, bahkan untuk sejumlah jenis ikan mencapai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram dan ada yang menembus Rp50 ribu.

Untuk tuna, misalnya, harga yang sebelumnya sekitar Rp40 ribu per kilogram kini dapat mencapai Rp45 ribu. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar dua bulan.

“Kenaikan memengaruhi jumlah pembeli,” kata Intan.

Baca Juga : Desil 1 Hingga 10 Artinya Apa? Ini Urutan Tingkat Kesejahteraan dan Cara Ceknya

Menurutnya, kenaikan harga ikan laut berkaitan dengan kondisi cuaca di laut. Angin kencang membuat nelayan kesulitan melaut sehingga pasokan ikan yang diperoleh pedagang ikut terbatas.

“Kalau anginnya kencang di laut, nelayan susah. Ikan jadi dinaikkan harganya,” jelasnya.

Intan mendapatkan pasokan ikan laut dari Pasar Gadang. Ketika pasokan dari nelayan terganggu, kenaikan harga di tingkat pemasok kemudian ikut terasa hingga ke pedagang pasar.

Kondisi daging sapi dan ikan laut tersebut memperlihatkan persoalan yang tidak berhenti pada kenaikan harga komoditas. Ketika harga bergerak naik, pedagang harus menghadapi konsekuensi lain berupa berkurangnya jumlah pembelian dari konsumen.

Bagi pedagang, kondisi tersebut membuat perputaran dagangan menjadi lebih lambat. Sementara bagi pembeli, pilihan untuk tetap membeli dengan jumlah yang sama atau mengurangi belanja menjadi konsekuensi dari harga pangan yang semakin tinggi.

Sarpin berharap harga daging kembali normal sehingga aktivitas perdagangan kembali ramai. “Harapannya harga normal lagi, pembeli ramai lagi,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa harga komoditas pangan kenaikan harga kota malang pasar bunul



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa