JATIMTIMES – Ma'had Al Qalam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang memanfaatkan momentum penyambutan santri baru Tahun Pelajaran 2026/2027 untuk mempertegas arah pembinaan yang akan dijalankan selama para santri menempuh pendidikan di lingkungan ma'had. Selain memperkenalkan sistem kehidupan pesantren, kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 2 Kota Malang, Ahad (5/7/2026), juga menjadi forum membangun kesepahaman antara pengelola ma'had dan orang tua.
Saat ini Ma'had Al Qalam membina 261 santri dengan dukungan 30 pengasuh serta 19 tenaga kependidikan dan pegawai. Kapasitas pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, religius, disiplin, sekaligus mendukung perkembangan akademik maupun karakter para santri.

Kepala Tata Usaha MAN 2 Kota Malang, H. Sugeng Winarto, yang hadir mewakili Kepala Madrasah karena menjalankan tugas dinas luar, menegaskan bahwa proses pendidikan di ma'had tidak hanya diukur dari capaian akademik. Menurutnya, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak, penguatan kedisiplinan, dan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan yang diterapkan.
Baca Juga : Susun Program dan Anggaran Tahun Ajaran Baru, Perencanaan Berbasis Data Jadi Fokus MTsN 2 Kota Malang
"Ma'had Al Qalam berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik melalui lingkungan yang aman, nyaman, religius, dan kondusif sehingga para santri dapat berkembang secara optimal, baik dari sisi keilmuan maupun kepribadian," ujarnya.
Ia juga menilai keberhasilan pembinaan santri memerlukan keterlibatan aktif keluarga. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara orang tua, madrasah, dan ma'had perlu terus dijaga agar setiap proses pendidikan berjalan selaras.

"Kami berharap orang tua dapat terus bersinergi dengan ma'had. Pendidikan akan lebih efektif apabila keluarga dan lembaga memiliki komitmen yang sama dalam mendampingi perkembangan putra-putrinya," kata Sugeng.
Kepada para santri baru, ia berpesan agar memulai proses belajar dengan niat yang lurus, menjaga adab kepada guru dan pengasuh, mematuhi seluruh tata tertib, memperkuat ibadah, mencintai Al-Qur'an, serta memanfaatkan masa belajar di ma'had sebagai ruang mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter.
Dukungan terhadap pola pembinaan tersebut juga disampaikan perwakilan wali santri, Prof. Rohibin. Ia menilai penyambutan santri baru menjadi awal yang baik untuk membangun komunikasi antara orang tua dan pengelola ma'had.

"Kami menitipkan putra-putri kami kepada keluarga besar Ma'had Al Qalam. Semoga mereka memperoleh ilmu yang bermanfaat, memiliki akhlak yang mulia, dan kelak menjadi generasi yang membanggakan agama, bangsa, dan keluarga. Kami siap mendukung seluruh program ma'had melalui kerja sama yang baik dengan pihak madrasah," ungkapnya.
Baca Juga : Adu Sportivitas dan Perluas Kolaborasi Olahraga, BISA Prime Tennis Tournament Siap Digelar Rutin
Pada kesempatan yang sama, Ketua Ma'had Al Qalam Ust. H. A. Taufiq WAS, Lc., M.A. memaparkan berbagai ketentuan yang akan menjadi pedoman selama santri menjalani pendidikan. Materi yang disampaikan mencakup tata tertib kehidupan ma'had, program pembinaan keagamaan dan akademik, jadwal aktivitas harian, mekanisme perizinan, hingga pola komunikasi antara orang tua dengan pengelola ma'had.
Menurutnya, pemahaman yang sama terhadap sistem pembinaan akan mempermudah pelaksanaan berbagai program yang telah dirancang sekaligus memperkuat pendampingan terhadap santri selama berada di lingkungan ma'had.
Penyambutan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Lebih dari sekadar agenda awal tahun pelajaran, kegiatan tersebut menjadi pijakan membangun kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam mendukung lahirnya santri yang memiliki kemampuan akademik, karakter yang kuat, serta fondasi keagamaan yang kokoh.
