Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Bromo Sentuh 6 Derajat, BMKG Minta Warga Malang Waspadai Bediding hingga September

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

01 - Jul - 2026, 19:21

Placeholder
Ilustrasi bediding di Malang (foto: Chatgpt)

JATIMTIMES - Fenomena bediding kembali dirasakan masyarakat Malang Raya dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara yang semakin dingin, terutama pada malam hingga pagi hari, dipastikan bukan merupakan kondisi yang tidak biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena tersebut merupakan siklus tahunan yang selalu terjadi saat musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang Linda Fitrotul menjelaskan, suhu udara yang menurun dipengaruhi oleh angin monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering menuju wilayah Indonesia.

Baca Juga : Biodiesel B50 Resmi Berlaku Mulai 1 Juli 2026, Ini Harga Solar dan Masa Transisinya

"Di bulan Juli, Agustus, hingga September memang hal yang wajar terjadi. Memang siklus tahunannya seperti ini karena posisinya kita berada di musim kemarau. Nanti di akhir Juli sampai Agustus merupakan puncak musim kemarau sehingga akan terasa lebih dingin," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Menurut Linda, selain pengaruh angin monsun Australia, minimnya tutupan awan selama musim kemarau turut mempercepat penurunan suhu udara. Pada siang hari, permukaan bumi menyerap panas matahari secara maksimal. Namun ketika malam tiba, panas tersebut langsung dilepaskan kembali ke atmosfer karena tidak terhalang lapisan awan.

"Karena minim tutupan awan, panas yang tersimpan di permukaan bumi langsung terlepas sehingga udara terasa lebih dingin," tambahnya.

Kondisi geografis Malang Raya juga menjadi faktor yang membuat suhu udara terasa lebih rendah dibandingkan sejumlah wilayah lain di Jawa Timur. Sebagian besar wilayah Malang berada pada ketinggian sekitar 400 hingga 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan Kota Batu memiliki elevasi lebih tinggi, yakni sekitar 700 hingga 1.700 mdpl.

“Sehingga suhunya lebih dingin dibanding yang lain. semakin tinggi elevasi maka suhunya akan semakin rendah,” terangnya.

Berdasarkan catatan BMKG, suhu minimum yang terukur di Stasiun Klimatologi Karangploso dalam dua hari terakhir mencapai 15,8 derajat Celsius. Sementara itu, Kota Batu mencatat suhu minimum sekitar 13,8 derajat Celsius.

Suhu paling rendah masih terjadi di kawasan Gunung Bromo. Pada pengamatan sebelumnya, suhu di kawasan tersebut sempat mencapai 6 derajat Celsius. Sedangkan pada pengamatan terbaru, suhu minimum berada di kisaran 8,2 derajat Celsius.

Baca Juga : 5 Daerah dengan Suhu Terdingin di Jawa Timur Saat Bediding, Nomor Satu Jujukan Wisatawan

Linda mengatakan fenomena bediding diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2026. Bahkan, udara dingin diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

"Semakin tinggi elevasi suatu wilayah, maka suhunya akan semakin dingin. Di Bromo bahkan pernah tercatat mencapai sekitar 4 derajat Celsius," imbuhnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari maupun berada di kawasan dataran tinggi. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan juga diminta lebih waspada.

“Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dengan mengenakan pakaian yang lebih hangat, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Konsumsi air putih tetap perlu diperhatikan meskipun cuaca terasa dingin, karena udara pada musim kemarau umumnya lebih kering,” pungkasnya.


Topik

Lingkungan BMKG Linda Fitrotul bromo bediding



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya