Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

UIBU Malang Punya Cara Unik Cegah Bullying, 89 Calon Guru PJOK Diajak Belajar Lewat Game

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

29 - Jun - 2026, 12:46

Placeholder
Edukasi anti-bullying melalui permainan outbound dan gamifikasi interaktif yang diikuti 89 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) (foto: istimewa)

JATIMTIMES – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang menghadirkan cara berbeda dalam menanamkan budaya anti-perundungan kepada calon guru. Mengusung jargon "Sing Penting Heppiee", kampus tersebut mengemas edukasi anti-bullying melalui permainan outbound dan gamifikasi interaktif yang diikuti 89 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), di Kampus C UIBU, Jalan Citandui Nomor 46, Kota Malang.

Pendekatan yang diterapkan UIBU ini berbeda dengan metode konvensional yang umumnya mengandalkan seminar atau ceramah. Para peserta justru diajak belajar secara langsung melalui aktivitas kelompok dan modul digital interaktif agar nilai kebinekaan serta budaya anti-bullying lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Baca Juga : MTsN 1 Kota Malang Jadi Satu dari Dua MTs di Indonesia yang Lolos Kandidat Penilaian Nasional WBK

Rektor UIBU Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi, menegaskan bahwa materi mengenai perundungan tidak cukup hanya disampaikan secara teoritis, tetapi harus dipraktikkan dalam aktivitas nyata bersama sesama mahasiswa.

"Kami meyakini bahwa materi bullying itu tidak cukup hanya untuk diceramahi, tetapi harus dipraktikkan langsung. Mahasiswa mempraktikkannya bersama rekan sejawat melalui berbagai aktivitas," ujar Nurcholis.

Sejak pagi, puluhan mahasiswa PPG PJOK yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti beragam permainan kelompok dalam skala kecil. Dengan pendampingan para coach, setiap permainan dirancang untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kerja sama tim, menumbuhkan kekompakan, serta membangun sikap pantang menyerah sebagai bekal penting dalam mencegah praktik perundungan di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui sesi Heppiee Interactive Learning, sebuah konsep pembelajaran berbasis gamifikasi yang menjadi implementasi jargon "Sing Penting Heppiee". Dalam sesi tersebut, peserta mengikuti kuis interaktif bertema kebinekaan secara langsung menggunakan gawai masing-masing dengan dipandu dua dosen UIBU.

"Pendidikan atau ilmu itu akan lebih gampang diterima kalau dalam keadaan Heppiee. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan sangat menyenangkan tanpa mengurangi esensi dari muatan materi kebinekaan dan anti-bullying itu sendiri," tegas Nurcholis.

Menurutnya, calon guru juga harus memiliki kepekaan emosional untuk mengenali berbagai bentuk perundungan, termasuk tindakan yang sering kali tidak disadari terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

"Mungkin saja kita sadar atau tidak sadar pernah melakukan tindakan bullying dalam kehidupan sehari-hari. Melalui momentum ini, kita terus genjot para mahasiswa agar siap menjadi generasi yang Berbudi Utama," pungkasnya.

Baca Juga : Perkuat Pembangunan Karakter Masyarakat, Bupati Jember Kolaborasikan Peran Guru Ngaji

Metode pembelajaran tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya Yohan Ari Kurnia yang menilai konsep outbound dan permainan interaktif membuat materi lebih mudah dipahami dibandingkan penyampaian melalui seminar.

"Kalau di kampus-kampus lain mungkin dibuat seminar, tapi kalau di Universitas Insan Budi Utomo ini dibuat lebih lagi dengan game outbound, game interaktif. Banyak sekali nilai yang diajarkan, terutama saling menghargai antar-teman, antar-kawan," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Khoridyah Maulidah Annabilah. Ia mengaku kegiatan tersebut meningkatkan kepedulian calon guru terhadap persoalan bullying yang kini semakin memprihatinkan.

"Dengan acara ini, kami sebagai calon guru menjadi lebih aware lagi dan lebih bisa menanggapi apa yang harus kita lakukan jika menemukan hal-hal seperti ini, sekaligus mencarikan solusi terbaik di sekolah," tandasnya.

Melalui pendekatan yang menyenangkan sekaligus edukatif ini, UIBU berharap para lulusan PPG mampu menjadi guru yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari praktik perundungan di seluruh Indonesia.


Topik

Pendidikan UIBU Malang Universitas Insan Budi Utomo Cegah Bullying Guru PJOK Game Belajar Lewat Game



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan