Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Bukan 21 Juni, Hari Ayah Nasional di Indonesia Diperingati 12 November, Ini Sejarah dan Maknanya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

21 - Jun - 2026, 14:01

Placeholder
Ilustrasi ayah dan anak. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Hari Ayah Sedunia atau Father's Day pada tahun 2026 jatuh pada Minggu 21 Juni dan diperingati di banyak negara sebagai bentuk penghormatan kepada sosok ayah. Momen ini identik dengan ucapan terima kasih, pemberian hadiah, hingga waktu berkumpul bersama keluarga sebagai bentuk apresiasi atas peran seorang ayah.

Meski demikian, Indonesia memiliki tanggal peringatan yang berbeda. Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November, sehingga tidak bertepatan dengan perayaan Father's Day yang umum dirayakan pada Minggu ketiga bulan Juni di sejumlah negara.

Walaupun bukan hari libur nasional, Hari Ayah Nasional semakin dikenal masyarakat dari tahun ke tahun. Banyak keluarga memanfaatkan momen tersebut untuk mengungkapkan rasa sayang dan penghargaan kepada ayah yang selama ini menjadi salah satu penopang utama dalam kehidupan keluarga.

Sejarah Hari Ayah Nasional Berawal dari Solo

Melansir catatan sejarah resmi, Hari Ayah Nasional pertama  dideklarasikan pada 2006 di Solo, Jawa Tengah. Gagasan ini diprakarsai oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP), sebuah komunitas yang beranggotakan berbagai elemen masyarakat lintas agama dan budaya.

Awalnya, PPIP menyelenggarakan sayembara menulis surat untuk ibu dalam rangka memperingati Hari Ibu. Namun, kegiatan tersebut justru memunculkan pertanyaan dari banyak peserta mengenai alasan belum adanya hari khusus untuk memberikan penghormatan kepada sosok ayah di Indonesia.

Menanggapi aspirasi tersebut, PPIP melakukan berbagai diskusi dan kajian hingga akhirnya menetapkan 12 November sebagai Hari Ayah Nasional. Pada saat deklarasi, mereka juga memperkenalkan semboyan, “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya,” sebagai doa dan harapan bagi para ayah di seluruh Indonesia.

Deklarasi itu tidak hanya berlangsung di Solo, tetapi juga dilakukan secara bersamaan di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak saat itu, tanggal 12 November mulai dikenal sebagai momentum untuk mengapresiasi peran ayah dalam membangun keluarga yang harmonis dan kuat.

Mengapa Hari Ayah Nasional Penting?

Selama ini, sosok ayah sering  identik dengan peran sebagai pencari nafkah. Padahal, kontribusi seorang ayah jauh lebih luas daripada itu. Kehadirannya dalam mendampingi tumbuh kembang anak, memberikan teladan, mendukung pendidikan, hingga menjadi tempat berbagi cerita memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan keluarga.

Berbagai penelitian di bidang psikologi juga menunjukkan bahwa keterlibatan aktif seorang ayah dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, sosial, dan kemampuan berpikir anak. Anak yang mendapatkan dukungan dan perhatian dari kedua orang tua umumnya memiliki rasa percaya diri yang lebih baik dan kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat.

Karena itu, Hari Ayah Nasional menjadi pengingat bahwa peran ayah tidak hanya diukur dari tanggung jawab finansial, tetapi juga dari kehadiran, kasih sayang, dan keterlibatan dalam kehidupan sehari-hari.

Perbedaan Hari Ayah Nasional dan Father's Day

Banyak orang mengira Hari Ayah Nasional di Indonesia diperingati bersamaan dengan Father's Day internasional. Faktanya, kedua peringatan tersebut memiliki latar belakang dan waktu yang berbeda.

Father's Day di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan beberapa negara lain, umumnya dirayakan setiap Minggu ketiga bulan Juni. Sementara itu, Indonesia memilih tanggal 12 November sebagai Hari Ayah Nasional berdasarkan hasil deklarasi yang dilakukan oleh PPIP pada 2006.

Meski tanggalnya berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan penghormatan kepada para ayah atas dedikasi, pengorbanan, dan kasih sayang yang mereka berikan kepada keluarga.

Cara Sederhana Merayakan Hari Ayah Nasional

Merayakan Hari Ayah tidak harus dengan pesta besar atau hadiah mahal. Hal-hal sederhana justru sering kali menjadi bentuk perhatian yang paling berkesan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

• Menyampaikan ucapan terima kasih atau pesan tulus atas kasih sayang dan pengorbanan yang telah diberikan.

• Menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, seperti makan malam, berjalan santai, atau sekadar mengobrol tanpa gangguan gawai.

• Memberikan hadiah sederhana yang sesuai dengan kebutuhan atau hobinya, misalnya buku, kopi favorit, dompet baru, atau perlengkapan yang selama ini diinginkan.

• Membantu menyelesaikan pekerjaan rumah atau aktivitas sehari-hari sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan.

• Mengabadikan momen bersama melalui foto keluarga atau membuat kenangan sederhana yang bisa dikenang di kemudian hari.

Pada akhirnya, Hari Ayah Nasional bukan sekadar peringatan tahunan di kalender. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengingat kembali besarnya peran ayah dalam membangun keluarga, mendampingi anak-anak, serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Melalui perhatian kecil, ucapan yang tulus, maupun waktu yang dihabiskan bersama, setiap anggota keluarga dapat menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada sosok ayah. Sebab, sering kali yang paling berharga bukanlah hadiah yang mahal, melainkan kehadiran dan kebersamaan yang dirasakan secara nyata.


Topik

Serba Serbi Hari Ayah Nasional 12 November sejarah Hari Ayah Nasional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy