Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Opini

KPK Masih Kalah dengan Orang Madura

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

12 - Apr - 2026, 21:38

Placeholder
Penulis bersama dengan Haji Her dalam sebuah kesempatan santai di rumahnya

JATIMTIMES- Memangnya kapan KPK kalah dengan orang Madura? Adakah sosok orang Madura yang dijadikan tersangka oleh KPK kemudian di pra peradilkan di Pengadilan Negeri dan kemudian kalah belakangan ini?

Tentu tidak semua pertanyaan di atas. Karena tak perlu terlalu serius dulu.

Baca Juga : Polres Malang Selidiki Kasus Dugaan Penipuan Polisi Gadungan, Sasar Pelajar hingga Gondol HP

Sebab, secanggih apapun kejahatan tetaplah dia meninggalkan jejak. Semakin penyidik KPK digugat, semakin banyak juga bukti kejahatan yang akan diungkap oleh penyidik KPK yang terkenal lebih canggih dibanding penyidik dari institusi penegak hukum lainnya.

Kali ini kita membicarakan sosok Khairul Umam atau biasa disapa Haji Her asal Madura yang santai saja usai menjalani pemeriksaan di KPK, Kamis 9 April 2016 lalu.

Saat diperiksa tersebut Haji Her seperti kebanyakan orang Madura dalam berpakaian ketika keseharian. Yakni tetap menggunakan peci dan juga sarung.

Dalam hal ini sesekali lembaga anti rasuah tersebut boleh dibilang bukan lagi tempat angker bagi sosok yang hendak diperiksa. Dalam hal ini lebih tepatnya KPK masih kalah jenaka dengan orang Madura.

Karena Haji Her sempat menyebut identitas kesukuannya juga saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh wartawan usai diperiksa di Gedung Merah-Putih. "Orang Madura itu apa adanya. Tidak perlu berbelit-belit," ucap Haji Her santai menanggapi pertanyaan para wartawan.

Sesekali harus diakui juga jika identitas Madura tak perlu disandingan dengan hal-hal yang sangar. Seperti keberadaan ormas tertentu maupun memiliki keterikatan batin yang kuat terhadap besi. Karena memang semua tak sama dan tak bisa disamakan apalagi sampai disama ratakan.

Haji Her pun secara terus terang saat di Jakarta memilih menginap di hotel mahal bintang lima Grand Hyat. Dan menyebut dirinya banyak uang sehingga memilih hotel mewah tersebut.

Hal tersebut seolah terbesit pesan seakan buat apa dirinya mengambil uang negara? Karena uang sendiri saja sudah berlebih-lebih dan sering juga disedekahkan ke masyarakat.

Dalam sejarahnya Madura memang boleh memiliki sejumlah tokoh hebat hingga Pahlawan Nasional seperti Syaikhona Kholil Bangkalan. Kemudian ada juga eks gubernur Jatim seperti H. Moh. Noer, mantan Menteri Polhukam seperti Mahfud MD atau juga mantan Ketua Mahkamah Agung seperti Artijo Alkostar. Serta juga tak terhitung jenderal bintang dua, tiga maupun empat di lingkungan TNI serta Polri asal Madura ataupun suku Madura yang tersebar di luar pulau.

Namun kali ini sosok fenomenal lain yang mencuat adalah Haji Her. Crazy Rich asli Madura yang sering tampil jenaka dan apa adanya meskipun terkadang tampil di hadapan publik serta direkam.

Jika seseorang bisa saja mendapatkan stigma negatif usai diperiksa KPK, namun itu tak berlaku bagi Haji Her.

Baca Juga : Tips Kerjakan Soal TPS dan Literasi UTBK SNBT 2026, Jangan Kosongi Jawaban 

Usai diperiksa KPK dan kembali pulang ke kampung halamannya di Desa Blumbungan, Kabupaten Pamekasan dia justru disambut ribuan orang.

Entah lah perbuatan baik apa yang telah banyak dilakukan Haji Her terhadap masyarakat desa di sana. Namun yang jelas di sana dia disambut bak seorang hero dan disambut dengan lantunan shalawat.

Haji Her pun sempat menyinggung adanya pihak yang berupaya menjatuhkan citranya saat kepulangan tersebut. Meski demikian, dirinya menegaskan tetap bersama masyarakat. “Ada beberapa oknum yang mendiskriminasi saya, tetapi saya tetap berdiri bersama masyarakat dan petani,” kata dia santai.

Di kampung halamannya ini Haji Her begitu dielukan. Masyarakat Madura membalik teori jika mereka yang berurusan dengan KPK pasti bermasalah dengan hukum serta kemungkinan besar bersalah karena telah mengambil dan merugikan keuangan negara.

Orang Madura di kampung Haji Her juga seakan mengirim pesan kepada KPK, yakni jangan sesekali menyentuh Haji Her jika memang tak bersalah atau jika tidak maka urusan bakal panjang.

Tapi sekali lagi apapun itu tetap kita harus mendukung adanya penegakan hukum. KPK harus secara tuntas berani mengungkap habis kasus korupsi cukai rokok di lingkungan Direktorat Bea Cukai, Kementerian Keuangan yang saat ini telah masuki fase penyelidikan dan juga penyidikan.

 

* Penulis adalah Jurnalis di Surabayatimes.com dan juga Ketua Bidang Jurnalistik di LTN PCNU Kota Surabaya


Topik

Opini Opini madura orang madura kpk



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Sri Kurnia Mahiruni