JATIMTIMES – Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan komitmen kampus untuk memberikan dukungan terhadap mahasiswa yang membawa nama institusi dalam berbagai kompetisi. Namun, dukungan tersebut harus disertai pertanggungjawaban dan mempertimbangkan kontribusinya terhadap reputasi kampus.
Hal itu disampaikan Ilfi saat berdialog dengan mahasiswa melalui forum Ngobras (Ngobrol Santai) bersama Rektor dan jajaran pimpinan UIN Maliki Malang di Ruang Senat, Lantai 4 Kampus I, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga : Satu Emas Tiga Perunggu, Pesilat Unisba Blitar Bersinar di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
Menurut Ilfi, keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi yang mengatasnamakan UIN Maliki Malang memiliki kaitan dengan citra institusi. Karena itu, ketika prestasi yang diraih mahasiswa turut membawa nama kampus ke ruang publik, pembiayaan kegiatan perlu mendapatkan perhatian dari institusi.

“Kalau prestasi mahasiswa, dan itu atas nama kampus, dan itu nanti kalau menang, di-upload di siaran, menjadi branding-nya kampus, maka itu harus dibiayai,” tegasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pemberian dukungan tidak dapat dilepaskan dari aspek akuntabilitas anggaran. Status mahasiswa sebagai representasi kampus, bentuk kegiatan yang diikuti, serta manfaat yang dihasilkan bagi institusi menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan dalam pemberian dukungan.
Forum Ngobras tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan universitas. Sejumlah unsur organisasi mahasiswa hadir dalam dialog tersebut, di antaranya Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas, serta perwakilan badan eksekutif mahasiswa di tingkat fakultas.
Dalam kesempatan itu, Rektor meminta organisasi mahasiswa mempercepat pelaksanaan program kerja yang telah dirancang. Terlebih, masa kepengurusan organisasi mahasiswa akan berakhir pada Desember sehingga waktu pelaksanaan kegiatan semakin terbatas.
Program yang sudah direncanakan tetapi belum terlaksana, kata dia, perlu segera dipetakan berdasarkan tingkat urgensi dan ketersediaan waktu. Langkah tersebut dinilai penting agar program kerja tidak menumpuk menjelang berakhirnya periode kepengurusan.
Selain persoalan program kerja, Ilfi mendorong penguatan komunitas mahasiswa di lingkungan UIN Malang. Komunitas yang berkembang dan mampu memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa maupun lingkungan kampus dapat memperoleh ruang untuk dikembangkan melalui mekanisme kelembagaan yang berlaku.
Baca Juga : DPRD Kota Blitar Dorong Dua Raperda, Perkuat Perlindungan Anak dan Bantuan Hukum Warga Miskin
Pembahasan mengenai kegiatan mahasiswa juga dikaitkan dengan agenda Dies Natalis UIN Malang. Rektor menginginkan rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program yang kreatif dan inovatif.
Ia mendorong mahasiswa dan seluruh unsur kampus menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk menghadirkan kegiatan dengan skala yang lebih besar sehingga dapat memperkuat kiprah UIN Malang di tingkat nasional hingga internasional.
“Kita punya mimpi besar, maka nanti mimpi besar itu harus dimulai dari kegiatan yang spektakuler,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Ilfi juga menyampaikan pandangannya mengenai potensi mahasiswa. Ia menilai mahasiswa yang saat ini mengikuti proses pendidikan di UIN Malang memiliki peluang untuk berkembang dan mencapai capaian yang lebih besar pada masa mendatang.
“Kami melihat kalian bukan seperti kalian saat ini, tapi kami melihat kalian di masa depan,” pungkasnya.
