Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Dorong Edukasi Green Energy, Pemkot Surabaya Hadirkan Living Lab Energi Terbarukan di KRM  

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Dede Nana

22 - Jul - 2026, 18:02

Placeholder
Living Lab Energi Terbarukan di KRM

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) terus berkomitmen mengembangkan Kebun Raya Mangrove (KRM). Kawasan konservasi ini tidak hanya disiapkan sebagai tempat wisata, tetapi juga didorong menjadi laboratorium edukasi berbasis living lab yang ramah bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

 Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengungkapkan bahwa salah satu fokus pengembangan KRM adalah menghadirkan model mini energi baru terbarukan (green energy) sebagai sarana edukasi interaktif.

Baca Juga : Warga Sambat Soal PSU Mangkrak, Dewan Minta Pemkot Malang Tak Hanya Diam

 “Karena kawasan ini adalah area konservasi dan lindung yang mengutamakan lingkungan, maka energi terbarukan merupakan bentuk nyata yang harus kita wujudkan. Kita buat model mininya di sini agar anak-anak SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa bisa belajar dan melihat langsung," ujar Agus, Rabu (22/7/2026).

 Dalam perencanaannya, Brida mengembangkan tiga bentuk energi terbarukan yang dapat dipelajari secara langsung oleh pengunjung. Pertama adalah Panel Surya dengan memanfaatkan potensi sinar matahari. Kedua merupakan inovasi Terangin yang lahir dari Inovboyo tahun 2025, terobosan ini mengolah hembusan angin kawasan pesisir menjadi daya listrik.

 Sementara itu, inovasi ketiga adalah Pirolisis yang mengubah limbah plastik menjadi sumber energi alternatif. Energi yang dihasilkan bisa berupa listrik ataupun bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

 “Model-model ini dihadirkan bukan untuk pengolahan skala industri, melainkan sebagai media edukasi (spot belajar) agar pengunjung dapat menyaksikan langsung bagaimana energi terbarukan bekerja hingga menghasilkan listrik,” terangnya.

 Sementara itu, Supporting Pengolahan Pirolisis di KRM, Ir. Edy Hartono, menjelaskan bahwa metode pirolisis memproses sampah plastik dan biomassa (daun serta ranting kering) menjadi tiga komponen utama: gas, bahan bakar cair, dan padat.

 “Fokus utama kita di sini adalah mengolah sampah plastik menjadi gas dan bahan bakar cair. Gas tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan energi listrik. Jadi, plastik yang tadinya mengganggu lingkungan dikonversi menjadi energi bermanfaat," terang Edy.

 Berdasarkan hasil uji coba dari tumpukan sampah akhir pekan di KRM, volume sampah yang terkumpul terbukti sangat potensial untuk dikembangkan. Energi listrik yang dihasilkan dari proses pirolisis ini tidak hanya menjadi bahan pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga siap dimanfaatkan secara nyata di area KRM.

Baca Juga : JatimTIMES Bekali Ratusan Mahasiswa KKN Unikama Teknik Menulis Berita Pengabdian di Desa

 Selain memproses sampah plastik, limbah biomassa seperti ranting dan daun kering yang selama ini hanya ditumpuk juga akan diolah melalui proses serupa. Menurut Edy, penerapan teknologi pirolisis di KRM menawarkan solusi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) skala kecil yang murah, mudah, dan dapat direplikasi di berbagai TPS 3R di Surabaya. Kendati demikian, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat.

 “Tantangan utamanya adalah edukasi masyarakat dalam memilah sampah dari awal. Jika pengunjung dan warga bisa memisahkan antara sampah biomassa dan non-biomassa (plastik), proses pirolisis akan jauh lebih efektif dan sederhana," jelasnya.

 Tidak hanya berinovasi dalam teknologi energi, Brida juga merespons kebutuhan masyarakat Surabaya akan ruang terbuka hijau yang sejuk, terjangkau, dan dekat dari pusat kota. Berdasarkan studi Urban Heat (tingkat panas kota), kawasan KRM tercatat sebagai salah satu titik dengan suhu terdingin di Surabaya berkat rindangnya pepohonan mangrove.

 Di samping itu, untuk menunjang aktivitas fisik warga, Pemkot Surabaya juga membangun jalur (track) baru sepanjang 2 kilometer memanfaatkan pematang tambak. Jalur ini nantinya akan digunakan dalam ajang Mangrove Eco Run pada Minggu (26/7/2026).

 Melalui berbagai pengembangan fasilitas, mulai dari wahana hiburan, sarana olahraga hingga sarana penelitian, Pemkot Surabaya berharap KRM dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas. 


Topik

Pemerintahan kebun raya manrove brida kota surabaya pemkot surabaya living lab



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan