JATIMTIMES - Sebuah bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah foto dan videonya ramai beredar di media sosial. Bangunan tersebut mencuri perhatian karena bagian depannya tampak menghadap langsung ke area pemakaman, sehingga memunculkan beragam komentar dari warganet.
Dalam unggahan yang viral, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @luarbioskop, disebutkan bahwa koperasi tersebut dibangun "di tengah-tengah kuburan". Narasi itu pun memicu perdebatan dan membuat banyak orang mempertanyakan pemilihan lokasi pembangunan fasilitas tersebut.
Baca Juga : Eksekusi Hotel Sultan Dimulai, Ini Sosok Pemilik dan Duduk Perkaranya
Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, bangunan Koperasi Desa Merah Putih itu tidak berdiri di atas area makam. Lokasinya berada di lahan yang berbatasan dengan kompleks pemakaman sehingga dari sudut pengambilan gambar tertentu terlihat seolah-olah berada di tengah kuburan.
Deretan makam yang berada tepat di depan bangunan memang menimbulkan kesan bahwa akses utama koperasi mengarah langsung ke area pemakaman. Kondisi inilah yang kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Meski menuai perhatian publik, warga sekitar justru memiliki pandangan yang berbeda. Video dan foto yang viral membuat banyak netizen menyebut suasana di lokasi tampak angker dan menyeramkan, terutama pada malam hari. Namun, menurut warga setempat, anggapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Samsuri, juru kunci Makam Tumenggungan, mengatakan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih justru membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar. Selama hampir sembilan tahun menjaga area pemakaman, ia mengaku tidak merasa terganggu dengan adanya bangunan tersebut.
“Kalau malam itu ya kelihatannya terang. Bagi orang lain mungkin terlihat seram, tapi warga sini biasa saja,” ujar Samsuri, pada Rabu (20/5/2026) lalu.
Ia menambahkan, kawasan yang sebelumnya relatif sepi kini menjadi lebih hidup. Bahkan, pada malam hari, area di sekitar koperasi kerap dimanfaatkan anak-anak untuk bermain.
“Malah kalau malam itu buat mainan anak-anak kecil,” imbuhnya.
Baca Juga : Soal PDI Perjuangan Dorong Evaluasi atau Hentikan MBG, Fraksi Gerindra: Prabowo Tak Mau Janji Manis
Tak hanya mengubah suasana lingkungan, kehadiran koperasi juga mulai memunculkan harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Warga setempat kini mengembangkan budidaya melon di lahan sekitar dan berencana memasok hasil panennya ke koperasi setelah mulai beroperasi.
“Rencana besok kita jual ke koperasi kalau sudah buka. Harapan saya masyarakat Tumenggungan Baru bisa belanja dengan lancar dan baik,” kata Samsuri.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa melalui berbagai layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Di tengah viralnya lokasi bangunan tersebut, masyarakat berharap keberadaan koperasi tetap mampu memberikan manfaat nyata dan mendukung aktivitas ekonomi warga. Polemik mengenai letaknya pun diharapkan tidak mengurangi tujuan utama pembangunan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Viralnya Koperasi Desa Merah Putih di Lamongan juga menjadi pengingat bahwa pemilihan lokasi dan penataan fasilitas publik sering kali mendapat perhatian luas dari masyarakat. Di sisi lain, pengalaman warga sekitar menunjukkan bahwa persepsi di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
