Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Unisba Blitar Dorong Penguatan BUMDes Wonorejo, Petani Diajak Bangun Stok Gabah Berkelanjutan

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

30 - May - 2026, 15:50

Placeholder
Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara Unisba Blitar, Ferida Asih Wiludjeng, S.Sos., M.AP. (kiri), bersama perangkat Desa Wonorejo dan peserta kegiatan usai sosialisasi pengembangan usaha BUMDes Karya Bakti di Kantor Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Selasa (29/4/2026). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut mendorong penguatan kemitraan petani dan BUMDes guna mewujudkan penyediaan stok gabah yang berkelanjutan serta mendukung ketahanan pangan desa.(Foto: Unisba Blitar)

JATIMTIMES – Upaya memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal terus mendapat perhatian kalangan akademisi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bakti Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, melalui pengembangan sistem penyediaan stok gabah yang berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Kantor Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, pada 29 April 2026 itu dipimpin oleh dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara Unisba Blitar, Ferida Asih Wiludjeng, S.Sos., M.AP. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi dan didukung mahasiswa Semester IV Program Studi Ilmu Administrasi Negara sebagai panitia pelaksana. Peserta kegiatan terdiri atas petani padi dan pengelola BUMDes Karya Bakti Desa Wonorejo.

Baca Juga : Dipimpin Wali Kota Mas Ibin, Pemkot Blitar Kembali Sabet Opini WTP Ke-16 Berturut-turut

Dalam paparannya, Ferida menjelaskan bahwa BUMDes memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Karena itu, pengelolaan usaha yang berbasis pada potensi lokal harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, BUMDes Karya Bakti selama ini telah menjalankan usaha pengolahan gabah menjadi beras kemasan serta pengembangan pupuk organik. Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pengembangan usaha tersebut.

“Fluktuasi harga gabah, keterbatasan pasar di luar desa, serta rendahnya partisipasi petani dalam menyetorkan hasil panen menjadi tantangan yang perlu segera dicarikan solusi bersama. Di sisi lain, BUMDes juga perlu diperkuat agar mampu berperan maksimal sebagai agregator hasil panen masyarakat,” ujar Ferida.

Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan usaha pangan desa tidak dapat hanya bertumpu pada pengelola BUMDes. Dukungan petani sebagai produsen utama menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku.

Menurut Ferida, Desa Wonorejo memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha beras berbasis BUMDes. Ketersediaan lahan pertanian yang luas, produksi gabah yang relatif stabil, serta dukungan kelembagaan desa menjadi modal kuat untuk meningkatkan posisi tawar petani sekaligus memperkuat ekonomi desa.

“BUMDes dapat menjadi jembatan antara petani dan pasar. Jika sistem kemitraan dibangun dengan baik, maka petani mendapatkan kepastian penyerapan hasil panen, sementara BUMDes memperoleh pasokan gabah yang stabil untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah,” katanya.

Potensi Besar Pengembangan Usaha Pangan Desa

Dalam kegiatan tersebut, Ferida juga memaparkan sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan oleh BUMDes Karya Bakti untuk memperluas usaha di sektor pangan.

Permintaan beras yang selalu tinggi sebagai kebutuhan pokok masyarakat menjadi peluang utama yang dapat dioptimalkan. Selain itu, berbagai program pemerintah yang mendukung ketahanan pangan juga membuka ruang bagi desa untuk memperkuat usaha berbasis pertanian.

Peluang lain yang dinilai menjanjikan adalah kerja sama dengan pasar modern serta peningkatan nilai tambah melalui proses pengolahan gabah menjadi beras kemasan yang memiliki identitas dan merek lokal desa.

“Jika dikelola secara profesional, usaha beras desa bukan hanya meningkatkan pendapatan BUMDes, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, terutama petani,” jelasnya.

Sebagai solusi utama, Ferida menawarkan model integrasi antara petani dan BUMDes melalui skema kemitraan yang saling menguntungkan. Dalam model tersebut, BUMDes berperan sebagai off-taker atau penyerap gabah petani.

Melalui pola ini, petani memperoleh kepastian pasar dan harga, sementara BUMDes memiliki stok bahan baku yang cukup untuk menjalankan usaha pengolahan beras secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut harus didukung dengan mekanisme pembelian yang terjadwal, kontrak harga yang jelas, penyediaan gudang penyimpanan, manajemen stok yang baik, hingga penguatan sistem pemasaran.

Baca Juga : Rahasia Kulit Sehat Jennie BLACKPINK, Rutin Sauna hingga Berendam Air Dingin

“Prinsipnya adalah membangun hubungan kemitraan yang adil dan berkelanjutan. Semua pihak harus memperoleh manfaat sehingga usaha dapat berkembang dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Ferida

Enam Strategi Penguatan BUMDes

Dalam kesempatan itu, Ferida juga memperkenalkan enam strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat pengembangan usaha BUMDes Karya Bakti.

Strategi pertama adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan unit usaha pangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan sistem administrasi, serta pelatihan pengelolaan agribisnis.

Strategi kedua adalah membangun sistem kemitraan petani melalui pembentukan kelompok tani binaan, kontrak kerja sama yang jelas, skema pembelian yang adil, serta pemberian insentif bagi petani yang konsisten memasok gabah.

Strategi ketiga berfokus pada manajemen stok gabah, mulai dari optimalisasi gudang penyimpanan, sistem penyimpanan yang aman, pencatatan stok berbasis data, hingga rotasi stok untuk menjaga kualitas produk.

Selanjutnya, strategi hilirisasi produk dilakukan melalui penggilingan gabah menjadi beras, penguatan branding beras lokal desa, pengemasan yang lebih menarik, hingga diversifikasi produk seperti beras premium maupun beras organik.

Pada aspek permodalan, BUMDes didorong memanfaatkan dana desa sebagai modal awal, menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan, membuka peluang kemitraan investor lokal, serta menerapkan sistem bagi hasil yang transparan.

Sementara strategi terakhir adalah memperluas pemasaran dan distribusi melalui penjualan ke pasar lokal maupun regional, kerja sama dengan toko ritel, pemanfaatan marketplace dan media sosial, serta distribusi langsung kepada konsumen.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, Unisba Blitar berharap lahir penguatan sinergi antara petani, pemerintah desa, dan BUMDes dalam membangun ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

"Ketika petani, pemerintah desa, dan BUMDes dapat berjalan bersama, maka desa akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat. Harapannya, BUMDes tidak hanya menjadi unit usaha, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat," tutup Ferida.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat melalui transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas kelembagaan desa. Dengan kolaborasi yang kuat, BUMDes Karya Bakti diharapkan mampu berkembang sebagai motor penggerak ekonomi lokal sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan berbasis desa di Kabupaten Blitar.


Topik

Pendidikan Unisba Blitar BUMDes BUMDes Wonorejo Petani Stok Gabah Berkelanjutan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan