JATIMTIMES - Di balik polemik hukum yang sempat menyita perhatian, wafatnya Mohammad Imam Muslimin alias Yai Mim pada Senin (13/4/2026) justru menghadirkan cerita berbeda. Seorang kuasa hukum yang pernah berseberangan dalam perkara hukum mengaku terkejut, sekaligus mengenang almarhum sebagai sosok yang tetap ia hormati secara pribadi.
Ya mantan kuasa hukum Nurul Sahara, M. Zakki mengenang sosok almarhum dari sisi personal. Zakki mengaku awalnya tidak langsung percaya saat mendengar kabar meninggalnya Yai Mim. Ia bahkan sempat memastikan informasi tersebut mendatangi langsung Polresta Malang Kota hingga ke rumah sakit.
Baca Juga : Viral Gangguan Listrik di Jombang, Komentar Netizen Soroti PLN
“Awalnya cukup kaget mendengar kabar itu. Sebelumnya masih sempat komunikasi dengan pengacaranya. Setelah itu saya langsung ke Polresta, lalu ke rumah sakit untuk memastikan,” kata Zakki, Rabu (15/4/2026).
Bagi Zakki, perbedaan posisi dalam perkara hukum tidak pernah menjadi alasan untuk membawa persoalan ke ranah pribadi. Ia menegaskan, apa yang terjadi selama ini murni bagian dari tanggung jawab profesi sebagai seorang advokat.
“Kalau di perkara, itu memang tugas kami sebagai kuasa hukum. Tapi secara pribadi tidak ada masalah apa-apa. Saya tidak pernah punya rasa dendam,” ucap Zakki.
Dalam perkara yang sempat bergulir, Zakki bersama kliennya melaporkan dugaan kasus yang kemudian menyeret nama Yai Mim hingga berstatus tersangka. Namun, di luar dinamika hukum tersebut, ia justru memiliki pengalaman interaksi yang cukup baik dengan almarhum.
Menurutnya, Yai Mim bukan sosok yang asing dalam kehidupan sosial. Ia bahkan menyebut almarhum sebagai pribadi yang religius dan dikenal taat dalam menjalankan ibadah.
“Kalau secara pribadi, beliau orang baik. Saya juga melihat beliau sebagai seorang muslim yang taat. Bahkan pernah juga meminta bantuan saya untuk menangani perkara lain,” imbuh Zakki.
Baca Juga : Detik-Detik Yai Mim Meninggal Terungkap, Polisi Sebut Sempat Kejang dan Henti Napas
Hal tersebut menegaskan bahwa apa yang terjadi dalam proses hukum tidak sepenuhnya menggambarkan hubungan antarindividu di luar. Di balik perbedaan yang sempat muncul, masih ada kesan pribadi yang tersimpan dari interaksi yang pernah terjalin.
Zakki juga mengungkapkan rasa dukanya atas kepergian Yai Mim. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
“Semoga beliau mendapat tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” tutupnya.
