Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Mengungkap Tradisi Tarik Batu Sumba, Warisan 4.500 Tahun yang Masih Bertahan

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

09 - Apr - 2026, 15:17

Placeholder
Sejumlah makam yang ditutup dengan dolmen atau penutup makam batu khas tradisi megalitik. (Foto: tangkapan layar Instagram Lady Quinn)

JATIMTIMES - Di tengah perbukitan Pulau Sumba, sebuah tradisi kuno masih bertahan melawan zaman. Batu-batu raksasa dengan berat puluhan ton perlahan ditarik dari atas gunung menuju perkampungan. Bukan untuk pembangunan biasa, melainkan untuk sebuah makam.

Tradisi ini dikenal sebagai tarik batu, bagian dari warisan budaya megalitik yang hingga kini tetap dijaga oleh sebagian masyarakat Sumba.

Baca Juga : Insiden Maut di Pabrik Baja Sidoarjo, Komisi E DPRD Jatim Desak Investigasi Total Prosedur K3

Prosesnya tidak sederhana. Tanpa alat berat atau teknologi modern, batu-batu besar itu digerakkan hanya dengan bantuan tali, kayu, dan tenaga manusia.

Ratusan hingga ribuan orang terlibat dalam satu prosesi, bekerja bersama dalam waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Batu tersebut nantinya akan dijadikan dolmen, yakni penutup makam batu khas tradisi megalitik.

Tradisi ini diulas konten kreator asal Bali, Lady Quinn. Dalam unggahannya, ia menyoroti betapa luar biasanya proses tersebut, yang tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga biaya yang sangat besar.

“Batu sebesar ini ditarik dari atas gunung? Ini dia tradisi tarik batu,” kata Lady Quinn menggambarkan keheranannya melihat langsung proses yang jarang ditemui di era modern.

Tak hanya itu, Lady Quinn juga menyinggung panjangnya proses yang harus dilalui masyarakat dalam mempersiapkan satu makam batu. “Bayangin, ini bisa butuh waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun, bahkan biayanya juga nggak sedikit,” tambahnya.

Lebih dari sekadar proses pemindahan batu, tradisi ini sarat makna sosial dan spiritual. Ukuran batu, ornamen, hingga patung yang menyertainya menjadi simbol status sosial pemilik makam. Semakin besar dan megah batu yang digunakan, semakin tinggi pula penghormatan yang ingin ditunjukkan kepada orang yang dimakamkan.

Menariknya, makam tersebut biasanya telah dipersiapkan jauh sebelum seseorang meninggal dunia. Tradisi ini menuntut kesiapan finansial dan komitmen keluarga dalam jangka panjang.

Tidak jarang, biaya yang dikeluarkan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, menjadikannya sebagai salah satu prosesi paling mahal dalam siklus kehidupan masyarakat Sumba.

Baca Juga : Ketika Fitnah Dajjal Mengincar: Mengapa Perempuan Disebut Lebih Rentan?

“Semakin besar batunya, biasanya menunjukkan status sosial dan penghormatan yang lebih tinggi,” jelas Lady Quinn.

Akar tradisi ini diyakini sudah ada sejak zaman megalitik, sekitar 4.500 tahun lalu. Sejumlah makam batu yang masih bisa ditemukan di berbagai desa di Sumba ini menjadi bukti keberlanjutan budaya tersebut dari masa ke masa.

Meski demikian, perubahan zaman perlahan mulai memengaruhi praktik ini. Sebagian masyarakat kini memilih menggunakan makam berbahan semen sebagai alternatif yang lebih praktis dan ekonomis. Namun, bentuk dan filosofi makam batu tetap dipertahankan sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur.

Bagi penganut kepercayaan Marapu, tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan tertinggi kepada mereka yang telah berpulang. Tarik batu menjadi simbol gotong royong, pengorbanan, sekaligus ikatan kuat antara manusia, alam, dan leluhur.

“Ini bukan cuma soal makam, tapi soal penghormatan terakhir yang paling layak untuk seseorang,” tutupnya.

Di tengah modernisasi yang terus berkembang, tradisi ini menjadi pengingat bahwa bagi sebagian masyarakat, kematian bukanlah akhir, melainkan perjalanan yang harus dipersiapkan dengan penuh kehormatan sejak masih hidup.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Sumba budaya Sumba tarik batu makam batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya