Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

YouTube Kids Ramai Dikritik, Google Didesak Hapus Konten AI Slop untuk Anak

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

05 - Apr - 2026, 13:11

Placeholder
Logo YouTube Kids. (Foto: ist)

JATIMTIMES - Platform YouTube Kids yang selama ini dikenal sebagai ruang tontonan ramah anak kini tengah jadi sorotan. Lebih dari 200 dokter spesialis anak, kelompok advokasi, sekolah, dan pakar perkembangan anak mendesak Google serta YouTube untuk segera memberantas maraknya konten buatan AI berkualitas rendah atau yang dikenal sebagai AI slop.

Desakan itu disampaikan lewat surat terbuka yang ditujukan kepada CEO Google Sundar Pichai dan CEO YouTube Neal Mohan. Melansir AP News, surat tersebut ditandatangani lebih dari 200 organisasi dan pakar, termasuk psikiater anak, tenaga pendidik, hingga kelompok perlindungan anak. 

Baca Juga : Rayakan Paskah di Rumah: 8 Aktivitas Seru Bersama Keluarga yang Wajib Dicoba

Kelompok advokasi Fairplay menjadi salah satu penggerak dalam desakan ini.  Dalam suratnya, pihaknya meminta Google menghapus video AI dari YouTube dan YouTube Kids agar tidak lagi direkomendasikan kepada pengguna anak-anak.

“Mengingat tidak adanya bukti bahwa konten AI slop aman bagi anak-anak dan potensi video-video ini untuk memikat dan membahayakan anak-anak, Google harus segera mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak di platform-nya,” ujar kelompok tersebut dalam surat yang dikutip Mashable, Minggu (5/4/2026). 

Dalam surat tersebut secara gamblang dijelaskan bahwa AI slop berpotensi mengganggu perkembangan anak karena memburamkan batas antara hal nyata dan tidak nyata. 

“'AI slop' ini merugikan perkembangan anak-anak dengan mendistorsi rasa realitas mereka, membanjiri proses belajar mereka dan membajak perhatian mereka,” ujar kelompok advokasi dalam surat yang dikutip AP News. 

Menurut kelompok advokasi Fairplay, video-video AI yang diproduksi massal sering kali dibuat untuk memancing perhatian anak agar terus menatap layar, bukan untuk memberi manfaat edukatif. Akibatnya, waktu anak untuk bermain, tidur, belajar, dan berinteraksi sosial bisa semakin tergerus.

Poin lain yang cukup kritis dalam surat tersebut adalah tudingan bahwa YouTube sedang melakukan eksperimen tidak terkontrol terhadap anak-anak. Melansir Bloomberg, para pakar menilai YouTube terus mendorong konten AI kepada anak-anak tanpa ada bukti kuat bahwa konten tersebut aman atau benar-benar bermanfaat. 

“YouTube is participating in this uncontrolled experiment by pushing AI-generated content without research demonstrating its benefits,” ujar isi surat yang dikutip Bloomberg. 

Selain surat terbuka, kelompok advokasi juga meluncurkan petisi publik yang berisi sejumlah tuntutan. Pihaknya meminta YouTube untuk memberi label jelas pada semua konten buatan AI; melarang konten AI di YouTube Kids dan melarang video Made for Kids yang dibuat AI.

Baca Juga : Polisi Selidiki Kebakaran Tiga Kios di Pasar Landungsari

Termasuk meminta agar YouTube Kids menghentikan rekomendasi algoritma AI untuk pengguna di bawah 18 tahun; menyediakan tombol khusus bagi orang tua untuk memblokir konten AI dan menghentikan investasi pada produksi video AI untuk anak-anak. 

Pihak advokasi Fairplay menilai langkah-langkah ini penting agar anak tidak menjadi sasaran video yang hanya mengejar klik dan durasi tonton. 

Di sisi lain, YouTube menegaskan tidak tinggal diam. Juru bicara YouTube menyebut pihaknya telah membatasi konten AI di YouTube Kids hanya pada sejumlah kecil kanal yang sudah diverifikasi.

Selain itu, kreator diwajibkan memberi penanda jika video dibuat menggunakan AI. YouTube juga mengklaim sistemnya dirancang untuk menghukum spam video yang diproduksi massal. Namun bagi kelompok pengkritik, langkah tersebut dinilai belum cukup.

Yang membuat isu ini semakin menuai kritik, Google belum lama ini diketahui berinvestasi sebesar US$1 juta di studio animasi AI Animaj. Studio tersebut fokus memproduksi video YouTube untuk anak-anak dan telah mengumpulkan miliaran penayangan dari berbagai kanal. 


Topik

Peristiwa youtube kids konten ai ai slop google youtube



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa