Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Awas! Dampak Siklon Narelle Picu Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 4 April

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Mar - 2026, 14:30

Placeholder
Potret ilustrasi hujan angin atau cuaca ekstrim. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Warga di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca tidak stabil akan berlangsung hingga awal April 2026. Hal ini dipicu masa peralihan musim serta pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle.

Dalam laporan BMKG Juanda disebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada periode 26 Maret hingga 4 April 2026. Dalam rentang waktu tersebut, sejumlah wilayah termasuk Surabaya berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Baca Juga : Update Dugaan Pelecehan Syekh AM: DPR Bakal Panggil Korban

“BMKG Juanda memprediksi potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur dari tanggal 26 Maret hingga 4 April 2026,” demikian imbauan yang disampaikan BMKG Juanda melalui akun resminya, Sabtu (28/3/2026).

Memasuki akhir Maret hingga awal April, sebagian wilayah Jawa Timur memang mulai berada pada fase peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau atau yang dikenal sebagai pancaroba.

Pada periode ini, kondisi atmosfer cenderung lebih labil. Akibatnya, pembentukan awan hujan dapat terjadi secara cepat dan intens.

Cuaca yang awalnya cerah bisa berubah menjadi hujan lebat dalam waktu singkat. Bahkan, hujan yang turun juga berpotensi disertai angin kencang maupun petir.

BMKG menjelaskan bahwa situasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus, seperti gangguan gelombang atmosfer, suhu permukaan laut yang relatif hangat, serta kondisi udara yang tidak stabil.

Kombinasi faktor-faktor tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan dalam skala besar yang bisa terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Selain faktor lokal, kondisi cuaca di Jawa Timur juga dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Narelle yang saat ini terpantau berada di Samudera Hindia.

Meski posisinya jauh dari wilayah Indonesia, siklon tersebut tetap memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di beberapa daerah.

“Siklon Tropis Narelle berada di Samudera Hindia, jauh dari wilayah Indonesia. Namun, keberadaannya tetap memberi dampak tidak langsung terhadap cuaca,” demikian penjelasan BMKG Juanda. 

Dampak yang dirasakan antara lain peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya. Akibatnya, sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin lebih kencang dibanding hari biasa.

Cuaca ekstrem pada masa pancaroba tidak hanya berdampak pada kondisi langit, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Baca Juga : Ini Tanggapan BPJS Kesehatan Ihwal Dugaan Pemerasan Emas Batangan kepada Sejumlah Faskes

Hujan lebat berpotensi memicu genangan hingga banjir di beberapa titik, terutama di kawasan perkotaan dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Selain itu, kondisi jalan juga menjadi lebih licin sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

BMKG juga mengingatkan potensi pohon tumbang akibat terpaan angin kencang. Jarak pandang yang menurun saat hujan deras juga bisa membahayakan pengendara.

“Cuaca ekstrem bisa langsung terasa dalam aktivitas sehari-hari. Hujan lebat bisa menyebabkan genangan atau banjir, jalan jadi licin, dan risiko pohon tumbang meningkat,” demikian peringatan yang disampaikan.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini, masyarakat diminta lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan sederhana.

Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain memastikan saluran air tetap bersih agar tidak tersumbat, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diimbau segera menghubungi layanan darurat melalui nomor 112 atau kanal pengaduan resmi pemerintah daerah setempat. 

BMKG Juanda juga menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama selama masa peralihan musim. Perubahan kondisi dari cerah menjadi hujan lebat bisa berlangsung dalam waktu singkat.

Karena itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi prakiraan cuaca terkini agar dapat menyesuaikan aktivitas harian. Semoga informasi ini membantu ya. 


Topik

Peristiwa Prakiraan Cuaca sialan Siklon Narelle Cuaca Ekstrem Jawa Timur



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa