Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Layanan Cleft Center RSI Unisma Buka Operasi Bibir Sumbing Gratis bagi Pasien dari Seluruh Indonesia

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

23 - Mar - 2026, 09:05

Placeholder
Layanan Cleft Center RSI Unisma terus dibuka. (ist)

JATIMTIMES - RSI Unisma Malang menghadirkan layanan Cleft Center yang memberikan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen sosial rumah sakit dalam membantu pasien yang membutuhkan penanganan medis namun terkendala biaya.

Direktur RSI Unisma drg Hj Musyrifah MKes menjelaskan bahwa layanan Cleft Center tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Smile Train serta Yayasan Sukar Lintas Nusantara. Melalui kolaborasi itu, pembiayaan program sekaligus penguatan kapasitas tenaga medis dapat terus dilakukan.

Baca Juga : OJK Malang Catat Lonjakan Layanan Konsumen, Aduan Penipuan dan Pinjol Ilegal Mendominasi

“Program ini memang benar-benar gratis. Tidak ada biaya pendaftaran, tindakan operasi, maupun rawat inap. Semua ditanggung melalui kerja sama kami dengan Smile Train dan Yayasan Sukar Lintas Nusantara,” ujar Musyrifah.

Ia menambahkan, layanan Cleft Center RSI Unisma telah berjalan cukup lama dan menjadi salah satu bentuk kontribusi rumah sakit bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan operasi bibir sumbing maupun celah langit-langit.

Kerja sama program tersebut mulai dijalankan sejak 2015. Dalam pelaksanaan terakhir, RSI Unisma telah melayani sekitar 41 pasien yang menjalani tindakan operasi bibir sumbing dan celah palatum.

Pasien yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur. Bahkan beberapa di antaranya menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan layanan tersebut.

“Pasien kami berasal dari berbagai daerah. Sebagian dari Jawa Timur, bahkan ada yang datang dari Merauke, Papua. Biasanya mereka mengetahui informasi layanan ini dari media sosial, kemudian menghubungi kami untuk memastikan apakah benar gratis,” kata Musyrifah.

Setelah memperoleh kepastian, pasien biasanya menghubungi pihak rumah sakit melalui pesan singkat sebelum datang langsung untuk menjalani pemeriksaan awal.

Dalam layanan Cleft Center RSI Unisma, setiap pasien akan melalui proses skrining medis sebelum dijadwalkan menjalani operasi. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter bedah plastik bersama tim ruang operasi untuk memastikan kondisi kesehatan pasien.

Musyrifah menjelaskan bahwa tidak semua pasien dapat langsung menjalani tindakan. Pada pasien anak, terdapat syarat usia tertentu serta kondisi kesehatan yang harus dipenuhi agar operasi dapat dilakukan dengan aman.

“Pasien yang datang akan diperiksa terlebih dahulu oleh dokter. Jika kondisi kesehatan dan usia sudah memenuhi syarat, maka akan dijadwalkan untuk operasi. Namun jika masih membutuhkan terapi atau harus menunggu usia tertentu, maka akan dijadwalkan kembali,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa operasi dalam program ini bersifat elektif atau terjadwal. Artinya, tindakan tidak dilakukan secara mendadak, melainkan mengikuti jadwal operasi yang telah ditentukan oleh tim medis.

Layanan Cleft Center di RSI Unisma juga tidak memiliki batas waktu tertentu. Selama kerja sama dengan Smile Train dan Yayasan Sukar Lintas Nusantara masih berlangsung, program operasi gratis tersebut akan terus dijalankan.

Musyrifah menegaskan bahwa penanganan bibir sumbing tidak berhenti pada tindakan operasi saja. Pasien membutuhkan perawatan lanjutan agar hasil penanganan lebih optimal dan mendukung kualitas hidup mereka.

Baca Juga : Penerima Manfaat Tak Bisa Perbaiki Kerusakan, Picu Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Mangkrak

Perawatan tersebut mencakup pemantauan nutrisi, perawatan gigi, layanan ortodonsi setelah operasi, hingga terapi bicara. Terapi bicara menjadi bagian penting karena sebagian pasien sering mengalami kesulitan berbicara dengan jelas setelah menjalani operasi.

“Perawatan bibir sumbing itu sebenarnya tidak hanya operasi. Ada juga perawatan nutrisi, ortodonsi untuk gigi setelah operasi, serta terapi bicara agar pasien bisa berbicara lebih jelas,” ujarnya.

Saat ini RSI Unisma telah memiliki layanan nutrisi dan dokter ortodonsi untuk mendukung perawatan pasien pascaoperasi. Sementara layanan terapi bicara sedang dalam tahap pengembangan dan ditargetkan mulai diperkuat pada tahun ini.

Program layanan Cleft Center ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) rumah sakit untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tindakan operasi tanpa biaya.

“Ini merupakan bagian dari CSR kami untuk masyarakat yang membutuhkan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis,” kata Musyrifah.

Ia juga menekankan bahwa program tersebut tidak hanya ditujukan bagi anak-anak. Dalam beberapa kasus, pasien dewasa yang sejak kecil belum pernah mendapatkan tindakan operasi juga ikut memanfaatkan layanan tersebut.

“Ada pasien yang usianya sudah sekitar 40 tahun karena sejak kecil belum pernah dioperasi akibat keterbatasan biaya. Alhamdulillah akhirnya bisa mendapatkan tindakan,” tuturnya.

Melalui layanan Cleft Center ini, RSI Unisma berharap semakin banyak pasien dapat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih percaya diri setelah mendapatkan penanganan yang tepat.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk bisa tersenyum dan menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri,” pungkas Musyrifah.


Topik

Kesehatan RSI Unisma layanan Cleft Center bibir sumbing



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy