Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Tak Tuntaskan Finalisasi PDSS, Tiga SMK di Kota Batu Dipastikan Tak Bisa Ikut SNBP 2026

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

04 - Feb - 2026, 13:26

Placeholder
Ilustrasi. Siswa jenjang SMA/SMK sederajat Kota Batu tidak semua ikut dalam seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP) karena sebagian sekolah tidak menuntaskan PDSS. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Peluang emas para siswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026 resmi tertutup bagi tiga sekolah di Kota Batu. Hingga batas akhir penutupan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada Senin lalu, tiga SMK tidak menuntaskan proses finalisasi.

Ketiganya adalah SMKS 17 Agustus Batu, SMKS Edith Batu, dan SMKS Bhineka Tunggal Ika Indonesia. Keputusan tersebut secara otomatis membuat sekolah-sekolah ini absen dari ajang SNBP tahun ini.

Baca Juga : Dari Balik Jeruji Lahir Prestasi, Lapas Malang Juara Umum Pemasyarakatan se-Jatim

Tak hanya itu, tercatat ada lima siswa yang sebenarnya masuk kategori eligible (memenuhi syarat prestasi) terpaksa harus mundur. Mereka terdiri dari satu siswa asal SMKS 17 Agustus, dua siswa SMKS Edith, dan dua siswa SMKS Bhineka Tunggal Ika Indonesia.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Frenky Minggaryana Dwi Putra, menjelaskan bahwa status ketiga sekolah tersebut dalam laman resmi SNPMB adalah "belum mengisi". Hal ini mengindikasikan bahwa sekolah memang secara sadar tidak mendaftarkan diri.

"Artinya, memang sekolah tidak berkeinginan untuk mendaftar SNBP 2026. Hal ini biasanya terkait dengan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang memang sangat minim di sekolah-sekolah tersebut," ungkapnya.

Frenky membeberkan beberapa faktor di balik fenomena ini. Selain faktor ekonomi siswa yang menjadi kendala utama, karakteristik sekolah juga sangat berpengaruh. Ia mencontohkan SMKS Edith yang merupakan boarding school bagi siswa dari luar pulau. Mayoritas siswa di sana lebih memilih langsung kembali ke daerah asal untuk bekerja setelah lulus.

Selain itu, jumlah siswa di ketiga SMK tersebut relatif sedikit, yakni hanya berkisar antara 4 hingga 8 siswa per sekolah. Kondisi ini membuat gairah untuk bersaing masuk ke kampus negeri menjadi sangat rendah. Frenky menyebut, fenomena ini cukup lazim di jenjang SMK, di mana siswa yang sudah memiliki keahlian praktis lebih memilih untuk langsung terjun ke dunia kerja atau membuka usaha mandiri.

Baca Juga : Apresiasi Kinerja Mahasiswa Magang, JTN dan FISIP UB Perkuat Komitmen Kolaborasi

"Namun, kami dari Cabang Dinas sebenarnya tetap mendorong selagi mereka mampu untuk bisa masuk PTN. Sayangnya, pilihan untuk langsung bekerja masih mendominasi di sekolah-sekolah tersebut," tegasnya.

Meskipun tiga sekolah tersebut absen, ada kabar positif dari SMKS Muhammadiyah 1 Batu yang pada tahun ini memutuskan untuk mencoba peruntungan mengikuti SNBP 2026. Hal ini menunjukkan tren positif di sekolah lainnya untuk tetap optimis memperjuangkan siswa ke jenjang perguruan tinggi melalui jalur prestasi akademik.


Topik

Pendidikan kota batu snbp 2026 smk swasta



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ponorogo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan