JATIMTIMES - Ibu Enny, pemilik rumah mewah yang terbengkalai hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur.
Pihak rumah sakit mengerahkan dokter ahli jiwa untuk menangani Bu Eny Sukaesi (59) yang diduga mengalami depresi.
Baca Juga : Pura-Pura Beli, Ternyata Maling Gasak HP Penjual Toko Oleh-Oleh di Lawang
"Dilayani dengan baik dikonsultasikan ke dokter ahli jiwa. Saat ini dalam penanganan medis dan pendampingan oleh dokter psikiater," kata Direktur RSKD Duren Sawit, dr Nikensari Koesrindartia, dikutip dari Antara, Jumat (6/1/2023).
Lebih lanjut Niken mengatakan kondisi Ibu Eny saat ini membaik sejak pertama kali dibawa ke RSKD Duren Sawit. Meski demikian, Ibu Eny masih perlu pendampingan.
"Kondisi terakhir beliau sudah lebih baik meski demikian masih perlu pendampingan agar Ibu Eny dapat lebih terkontrol lagi," ujar Nikensari.
Tak hanya itu, Niken juga menyampaikan bahwa pihak rumah sakit akan memberikan pendampingan kesehatan untuk Tiko yang selama ini merawat Ibu Eny sendirian. Pihak rumah sakit sudah melakukan koordinasi dengan Puskesmas untuk mengatur waktu.
Sementara, Pemkot Jakarta Timur menawarkan kepada Tiko agar sang ibu ditangani di Panti Werdha di bawah naungan Dinas Sosial DKI Jakarta.
Kepala Sudin Sosial Jakarta Timur, Purwono mengatakan jika Tiko mengizinkan pihak Dinsos siap memfasilitasi.
Baca Juga : Dugaan Korupsi Hibah Provinsi Jatim, Polres Lamongan Segera Panggil Terlapor dan Pihak Terkait
"Kami siapkan semua, gratis. Anaknya boleh datang berkunjung setiap hari. Nggak ada masalah," kata Purwono.
Diketahui Ibu Enny dibawa oleh Dinas Sosial Jakarta Timur untuk menjalani perawatan di RSKD Duren Sawit.
Ibu Enny sendiri sebelumnya tinggal bersama putranya Tiko, di rumah mewah milik pribadi yang sudah lama terbengkalai. Kondisi mereka lantas viral di media sosial.
Tinggal berdua dengan sang putra, Ibu Enny 12 tahun Ibu Eny hidup tanpa aliran listrik dan air. Tiko sendiri sebagai anak sekaligus yang mengurus Ibu Enny hanya memanfaatkan lilin untuk penerangan. Sementara untuk air dirumah ibu Enny sudah diputus sejak 2010 lalu.
