Jatim Times Network Logo
06/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Viral, Mahasiswa UI Ditabrak Mobil Pajero Milik Purnawirawan Polisi Hingga Tewas

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - Nov - 2022, 03:05

Sosok Muhammad Hasya Atallah Saputra yang meninggal karena ditabrak Mantan Kapolres. (Foto dari internet)
Sosok Muhammad Hasya Atallah Saputra yang meninggal karena ditabrak Mantan Kapolres. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Muhamad Hasya Atallah Saputra seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meninggal dunia usai ditabrak mobil Pajero yang diduga dinaiki seorang purnawirawan Polri di wilayah Jakarta Selatan.

Kejadian tersebut rupanya terjadi pada (6/10/20222) lalu. Kasus kembali naik lantaran pelaku hingga saat ini belum pernah diproses secara hukum.

Baca Juga : Momentum Hari Guru, DPRD Kota Malang Dorong Satgas Anti Bully Maksimal pada Tahap Pencegahan

Kasus tersebut mulai mencuat kembali usai kasus tersebut disebar di Facebook oleh akun yang dirahasiakan.

Dalam unggahan tersebut, memperlihatkan Hasya yang ditabrak mobil Pajero yang dikemudikan AKBP (purn) Eko Setia Budi Wahono.

"Sampai hari ini belum ada proses hukum oleh Polres Jakarta Selatan, bahkan yang nabrak tidak ditahan seharipun, mentang penabraknya mantan Polri," tulis narasi dalam foto.

Akun tersebut juga menjelaskan bahwa TKP dipindahkan oleh penyidik dan mengadakan saksi-saksi yang direncanakan.

"Bahkan TKP-nya dipindahkan oleh penyidik. Serta dicarikan saksi-saksi, padahal malam hari kejadian tak ada yang melihat. Kayaknya kasus Sambo mau diulang lagi Polres Jakarta Selatan," sambungnya.

Masih dalam keterangan foto tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran diminta turun tangan untuk mengusut insiden kecelakaan tersebut.

"Karena mahasiswa Universitas Indonesia akan menuntut," tulisnya.

Disamping kasus yang tak kunjung diproses, ayah dari Hasya, Adi Syaputra membenarkan bahwa anaknya telah meninggal lantaran ditabrak mobil.

Adi menegaskan bahwa orang yang menabrak dan melindas anaknya tersebut adalah Eko Setia Budi Wahono. Lebih lanjut Adi menjelaskan bahwa waktu itu anaknya hendak pulang ke kos dengan mengendarai sepeda motor seorang diri usai mengikuti kegiatan kampus.

Lalu dalam perjalanannya, Hasya terjatuh karena tiba-tiba ada orang yang menyeberang jalan.

"Ya, saya bilang benar ada kejadian kecelakaan, yang menimpa anak saya. Kejadiannya di Srengseng Sawah (Jagakarsa), tanggal 6 Oktober. Tiba-tiba ada yang melintas, otomatis rem mendadak. Nah, itu terus seperti goyang karena rem mendadak. Terus jatuh ke kanan," kata Adi, saat dikonfirmasi, Jumat (25/11/2022).

Lalu, dari arah berlawanan, Eko Setia Budi Wahono yang mengendarai mobil Pajero menabrak dan melindas Hasya yang saat itu tengah jatuh di jalan.

"Ada mobil dari depan dalam hitungan sepersekian detik. Posisi tidak terlalu lambat dan kencang, sedanglah," ucap Adi.

Adi mengatakan kasus anaknya itu sampai saat ini masih menggantung dan belum juga direspon oleh pihak kepolisian meski sudah diurus.

"Sampai dengan saat ini, tidak ada penyelesaian dari Polisi. Padahal sudah dibuatkan laporan, polisi sendiri yang buat laporan. Ya menggantung sampai saat ini, sampai kami sudah berkali-kali ke polres pun," sambungnya.

Baca Juga : Tawuran, Pelajar di Deli Serdang Tewas Dibacok

Adi juga tidak mengetahui anaknya meninggal di tempat atau saat perjalanan ke rumah sakit.

"Iya abis ditabrak terus dilindas sama dia. Berhenti dimintain tolong sama teman-teman alm untuk membawa ke rumah sakit dia nggak mau. Sempat terkapar anak saya 20-30 menit di pinggir jalan, karena teman-temannya mencari pertolongan ke rumah sakit tapi nggak dapat juga," ujar dia.

Kemudian, berdasarkan keterangan teman-teman Hasya, Pak Eko atau pelaku tidak mau mengantarkan Hasya ke rumah sakit.

"Terus pak Eko itu menyatakan tidak mau membawa ke rumah sakit, teman-temannya mencari pertolongan ke klinik atau yang ada ambulans untuk membawa anak saya nggak ketemu juga," tambahnya.

Usai mendapat kabar anaknya tertabrak mobil, Adi langsung menuju Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan untuk mengecek apakah itu benar anaknya atau bukan.

Lalu, usai sampai di rumah sakit Adi bertanya siapa yang sudah menabrak anaknya hingga meninggal.

"Saya tanya mana yang nabrak, dengan arogan dan gagahnya si Eko itu bilang 'saya yang nabrak', dengan nada yang benar-benar saya anggap apa ya tidak menganggap ini itu bukan suatu masalah besar buat dia 'saya yang nabrak', katanya dengan gagahnya, dengan tegasnya dia dari pada saat dia duduk pas saya datang dia berdiri dengan gagahnya mengucap seperti itu dia," tutur Adi.

Melihat sikap Eko yang tak merasa bersalah, Adi memutuskan untuk melapor kejadian yang menimpa anaknya ke pihak kepolisian.

Namun laporan itu tidak langsung diterima oleh kepolisian lantaran harus ada hasil visum.

"Malam itu pun kami diarahkan pihak polisi tersebut ke RS Fatmawati, karena visum tidak bisa sembarang rumah sakit mengeluarkan, diarahkan di situ dan kami visum segala macem, kami keluar biaya sendiri, kami tidak dikasih kwitansi oleh pihak Fatmawati, kami minta copyan pun, bukan tidak dikasih tapi bahasanya ini urusan polisi dari pihak RS Fatmawati itu," ucapnya.

"Kami minta hasil visum itu dijawab seperti itu, ya sudah dalam keadaan panik kami, saya terutama lebih fokus mengurus jenazah anak saya, jadi setelah hasil visum itu selesai malam itu juga langsung kami serahkan ke warsito (petugas kepolisian). Setelah itu kami tak mengurus apa-apa lagi, kami fokus ke anak kami," sambungnya.

Sebulan berlalu dan kasus tersebut tak kunjung diproses, Adi pun berharap agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti.

"Saya berharap, polisi bersikaplah di tengah. Jangan kami seperti menuntut dalam artian kami nggak mesti dibela, tapi berjalan sesuai SOP dan aturannya, karena kasus ini hampir 50 hari," pungkasnya.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni