Jatim Times Network Logo
01/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Tekno

Jadi Tema Google Doodle Hari Ini, Siapa Ali Haji bin Raja Haji Ahmad? 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Nov - 2022, 06:20

Google Doodle hari ini, Sabtu (5/11/2022) mengusung tema Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad (foto: screenshoot google doodle)
Google Doodle hari ini, Sabtu (5/11/2022) mengusung tema Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad (foto: screenshoot google doodle)

JATIM TIMES - Google Doodle hari ini, Sabtu (5/11/2022) mengusung tema Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad. 

Jika biasanya Google Doodle bertemakan warna-warna logonya yang merah, kuning, hijau dan biru. Namun kali ini nampak unik karena logonya bernuansa merah kecokelatan dengan buku dan pena lawas disertai foto Ali Haji bin Raja Haji Ahmad dengan karya sastranya. 

Baca Juga : Viral Video Seorang Pria Healing ke Kuburan Ibunya Hingga Curhat Tentang Kesehariannya

Dilansir dari laman Google, Doodle hari ini mengenang sosok besar Pahlawan Nasional Indonesia yakni Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad. 

Dia adalah seorang sejarawan, cendekiawan dan penulis terkenal yang memimpin kebangkitan sastra dan budaya Melayu pada abad ke-19. Raja Ali secara anumerta dihormati sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada hari ini pada tahun 2004.

Raja Ali lahir sebagai pangeran Bugis-Melayu pada tahun 1809 dari keluarga ulama. Ketika dia masih muda, keluarganya pindah ke Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. 

Ia belajar dengan ulama terkenal dari Kesultanan Riau-Lingga dan diakui sebagai siswa yang berbakat.  

Sebagai seorang remaja, Raja Ali menemani ayahnya dalam misi ke Jakarta, serta ziarah ke Mekah. Keduanya adalah bangsawan Riau pertama yang mencapai prestasi ini.

Ketika berusia 32 tahun, Raja Ali menjadi bupati bersama Sultan muda dan akhirnya dipromosikan menjadi penasehat agama. 

Baca Juga : 3 Tahun yang Mengerikan, Perubahan Iklim di Bumi Terjadi Ketika Dajjal Akan Tiba

Dalam peran ini, ia mulai menulis tentang bahasa, budaya, dan sastra orang Melayu. Karya-karyanya meliputi kamus Melayu, teks pendidikan tentang tugas raja, silsilah Melayu dan Bugis, antologi puisi dan banyak lagi.

Pada tahun 2004, Raja Ali mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas kontribusinya pada bahasa, sastra, budaya Melayu, dan sejarah Indonesia.  

Karyanya yang paling terkenal seperti Tuhfat al-Nafis (1866) yang artinya “Hadiah Berharga”. Karya ini dianggap sebagai sumber tak ternilai tentang sejarah Semenanjung Melayu. Sekarang diukir di batu nisannya untuk dibaca orang saat berkunjung.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri