Jatim Times Network Logo
01/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Sunnah Nabi, Kaum Laki-laki Panjangkanlah Hal Ini

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Oct - 2022, 07:38

Ilustrasi kaum berjenggot (pixabay)
Ilustrasi kaum berjenggot (pixabay)

JATIMTIMES - Dalam Islam, memelihara jenggot merupakan salah satu ajaran Rasulullah SAW. Siapa pun yang memelihara, maka ia telah melaksanakan sunnah Rasulullah. 

Rasulullah SAW bersabda, "Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot" (H.R. Muslim, No 623).

Baca Juga : MPM Honda Jatim Resmikan Program Vokasi Berbasis TEFA di SMK Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi, Pertama di Jatim

Diolah dari IslamPos dan beberapa sumber lain, dalam berbagai hadits, Rasulullah dijelaskan memiliki jenggot. Bahkan disebut jenggot dari Rasulullah sangatlah lebat. 

Hal ini dijelaskan dalam sebuah buku Bangga dengan Jenggot karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi, "Dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu Anhu berkata, Adalah Rasulullah SAW orang yang lebat jenggotnya," (HR. Muslim: 2344) 

Sejumlah hadist juga menyinggung perihal jenggot yang dimiliki Rasulullah. Hadis riwayat Bukhari, dari Anas bin Malik  Rasulullah diminta seorang Badui untuk mendoakan agar turun hujan. 

Lalu. Rasulullah pun kemudian berdoa, "Lalu sebelum Nabi turun dari mimbarnya, saya telah melihat hujan telah membasahi jenggotnya Rasulullah," (HR. Bukhari)

Bahkan, memelihara jenggot merupakan fitrah yang telah Allah SWT fitrahkan kepada umat manusia. Dalam Al-Qur'an Surah Ruum ayat 30, Allah berfirman, 

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (QS. Ruum: 30)

Begitu pun sabda Rasulullah, "Sepuluh perkara termasuk fitrah, yaitu menggunting kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air dengan hidung), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan istinja’," (HR. Muslim)

Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan, "Fitrah ada dua macam:

Baca Juga : Buktikan Kecintaannya pada Ulama dan Pesantren, Ratusan Santri Asshomadiyah Gelar Upacara Hari Santri 

Pertama: Fitrah yang berkaitan dengan hati, yaitu mengenal Allah SWT mencintai-Nya dan mendahulukan-Nya dari selain-Nya.

Kedua: Fitrah amal, yaitu amalan-amalan di atas.

Fitrah jenis pertama membersihkan dan mensucikan hati dan ruh, sedangkan fitrah jenis kedua membersihkan badan, keduanya saling menguatkan. (Tuhfatul Maudud)

Berbeda-beda, sebuah riwayat dari Ibnu Asalir meriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz menjelaskan, 
"Mencukur jenggot termasuk mutslah, sedangkan Rasulullah SAW melarang dari mutslah". 

Kemudian, dalam hadis riwayat Bukhari, 1893 dan Muslim 159, “Cukurlah kumis dan peliharalah jenggot". "Selisihilah orang-orang musyrik, lebatkanlah jenggot dan cukurlah kumis," (HR. Bukhari no: 2892). Dan hadist riwayat Muslim 260 juga menjelaskan, "Cukurlah kumis, biarkanlah jenggot, selisihilah orang-orang Majusi."


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri