Vaksin Nusantara Diperlakukan Berbeda, Anggota DPR: Indonesia Hanya jadi Pasar Vaksin Impor | Ponorogo TIMES

Vaksin Nusantara Diperlakukan Berbeda, Anggota DPR: Indonesia Hanya jadi Pasar Vaksin Impor

Sep 18, 2021 08:15
Ilustrasi (Foto: Anadolu Agency)
Ilustrasi (Foto: Anadolu Agency)

JATIMTIMES - Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus dinilai mendapat perlakukan yang berbeda oleh pemerintah. Hal itu diunggkapkan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Cristina Barends. 

Mercy mempertanyakan perbedaan perlakukan antara 6 platform vaksin merah putih yang ada dengan vaksin Nusantara. Menurutnya, semua pihak harus menempatkan prinsip bahwa dalam ilmu pengetahuan bebas dari semua kepentingan.

Baca Juga : Cerita Wina Mawardani, Pramugari Indonesia yang Sukses di Maskapai Asing

Dengan kata lain, ilmu pengetahuan tidak boleh dibatasi dengan hambatan-hambatan prosedural dan hambatan lainnya. Termasuk tidak boleh adanya perbedaan perlakuan saintifik secara prosedural.

“Dari awal sudah ada perbedaan perlakuan antara 6 platform vaksin dengan vaksin Nusantara. Di sini disebutkan 6 platform vaksin, tapi vaksin Nusantara tidak disebutkan. Saya tidak tahu ada permasalahan apa dengan pengembangan vaksin anak-anak bangsa ini. Sementara yang kita bicarakan ini mengenai ilmu pengetahuan,” tanya Mercy dalam RDP Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam yang dikutip dari dpr.go.id.

Ia pun menyayangkan, sejak awal perbedaan perlakuan antara 6 platform vaksin dengan vaksin nusantara karya anak-anak bangsa. Padahal 6 platform vaksin yang sedang dibicarakan ini, merupakan vaksin yang berskema impor.

“Ini harus diselesaikan. Supaya negara kita tercinta ini tidak hanya sekedar sebagai marketplace negara-negara lain (produsen vaksin, red),” tegasnya.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu lantas berharap ada percepatan pengembangan dari seluruh vaksin yang ada, termasuk vaksin Nusantara karya anak-anak bangsa yang cerdas dan hebat.

Selain itu, Mercy juga berharap pemerintah sebagai regulator, pemberi izin-izin juga memperlakukan hal yang sama terhadap vaksin Nusantara.

“Jika peraturan vaksin-vaksin yang lain boleh mendapatkan tahapan yang sama, uji klinis 1,2, 3 dan lain sebagainya, saya juga berharap hal tersebut juga diberikan kepada vaksin Nusantara. Karena terkait vaksin Nusantara ini, negara lain sampai minta uji klinisnya dilakukan di negara lain. Bahkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sampai register (vaksin Nusantara) itu,” sambungnya. 

Selain itu, Mercy meminta agar ada pengaturan yang jelas dan benar terkait komponen uji skrinning industri vaksin di Indonesia. Pasalnya dalam komponen industri vaksin, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu melihat terdapat 2 skema yakni antara industri masalah yang dikelola oleh BUMN atau perusahaan-perusahaan swasta nasional.

Legislator dapil Maluku itu juga meyakini, semangat Komisi VII DPR RI, vaksin impor ataupun vaksin Nusantara yang temukan oleh anak bangsa semuanya pendekatannya subsidi. Jangan sampai vaksin yang sudah dihasilkan oleh anak bangsa dengan susah payah ini ke depan tiba-tiba menjadi vaksin swadaya.

Baca Juga : Bank Jatim Borong Dua Penghargaan di Ajang Indonesia Human Capital Award 

Selain itu, Anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela alias R. Wulansari juga turut menyinggung vaksin besutan dr Terawan tersebut.  Mengingat vaksin Merah Putih disebut bakal dipakai masyarakat RI Juli 2022. 

"Jiwa nasionalisme itu langsung tinggi, bangga banget padahal (vaksin Merah Putih) belum produksi kan baru mau menuju fase uji klinis bulan depan," ujar Mulan.

Menurutnya, vaksin Merah Putih juga harus diakui negara-negara selain Indonesia. Ia berharap dengan begitu, warga Indonesia tidak perlu pilih-pilih vaksin untuk bisa keluar negeri, termasuk ke Makkah untuk ibadah umrah.

Dukungan serupa juga diberikan istri musisi Ahmad Dhani itu pada vaksin Nusantara. Menurutnya, vaksin Nusantara juga merupakan vaksin Covid-19 buatan anak bangsa yang perlu didukung dalam pengerjaannya.

"Ini sudah menjadi rambu-rambu yang sangat baik walaupun ada plus-minusnya. Ada vaksin yang lain karya anak bangsa, vaksin Nusantara juga tidak kalah ditunggunya lho. Mengapa saya bicara seperti ini? Ya ini bentuk dukungan dari anggota Komisi VII tentunya kita ingin sekali mempergunakan vaksin (COVID-19) karya anak bangsa," bebernya.

"Hidup vaksin Merah Putih dan tentunya vaksin Nusantara juga dong," pungkas Mulan. 

Topik
Vaksin Nusantara Vaksin Merah Putih Vaksin Covid 19 PDI Perjuangan Mulan Jameela Kabupaten Bondowosoo

Berita Lainnya