Danramil Gumukmas bersama dengan BPBD Jember disamping sarana evakuasi yang disiapkan untuk mengantisipasi banjir susulan yang lebih parah (foto : Siswandi / Jatim TIMES)
Danramil Gumukmas bersama dengan BPBD Jember disamping sarana evakuasi yang disiapkan untuk mengantisipasi banjir susulan yang lebih parah (foto : Siswandi / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Curah hujan yang cukup tinggi dalam dua hari terakhir, membuat beberapa wilayah di Kabupaten Jember mengalami banjir. 

Beberapa kecamatan yang terendam banjir diantaranya, di Kecamatan Tanggul, Semboro, Gumukmas, Puger, Kencong, Bangsalsari, Wuluhan dan Tempurejo. Bahkan ketinggian air di beberapa kecamatan tersebut bervariasi mulai dari 60-100 meter (m).

Akibatnya, ribuan rumah terendam. Serta ribuan hektare (ha) area pertanian terancam gagal penen. 

“Hujan yang terus menerus terjadi beberapa hari ini di Kabupaten Jember, telah mengakibatkan terjadinya peningkatan debit air dialiran sungai. Di desa kami Menampu, banjir akibat luapan sungai merendam rumah warga dan lahan persawahan,” ujar Rochul Ulum salah satu warga sekitar, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga : Tinjau Jembatan Ambrol, Wali Kota Malang Ungkap Penyebabnya 

 

Dari pantauan media ini, Desa Menampu tepatnya di Dusun Kapitan terdapat 8 unit rumah warga terenda. Begitu juga di Dusun Kedunglengkong 7 rumah terendam air, jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Gumukmas dan Kecamatan Puger juga terendam air dengan ketinggian air 20-40 centimeter (cm).

Begitu juga di Desa Karangrejo sedikitnya 10 ha sawah terendam air, dan sekitar 1.000 rumah warga terendam air setinggi 60-100 cm. Namun meski demikian, warga yang rumahnya terendam enggan mengungsi dan masih bertahan di rumahnya masing-masing.

“Warga tidak ada yang mau mengungsi. Karena mereka melihat banjir ini merupakan banjir yang rutin terjadi tiap tahun. Mereka lebih mimilih tinggal di rumahnya sambil menjaga barang-barang berharga,” ujar Ali warga Desa Karangrejo, Gumukmas, Jember.

Hal yang sama disampaikan Danramil Gumukmas Kapten Inf. Abd. Mutholih. Menurutnya, banjir yang terjadi di wilayahnya terjadi karena curah hujan yang tinggi secara terus menerus selama dua hari.

“Kejadian tersebut diakibatkan adanya curah hujan yang turun terus menerus, sehingga aliran sungai tidak mampu menampung air dan meluap. Hal ini memang selalu terjadi setiap musim penghujan, sehingga warga tidak terlalu panik. Kita tetap melakukan pendataan dan merencanakan Karya Bakti TNI, namun masih belum bisa menentukan
waktunya. Karena hingga saat ini masih turun hujan,” ujar Abd Mutholih.

Baca Juga : Warga Marahi Bupati Jombang Saat Tinjau Lokasi Banjir 

 

Saat ini, pihaknya bersama dengan BPBD Jember sudah menyiapkan beberapa sarana evakuasi dan pengungsian. Jika hujan terus menerus turun dan banjir tidak surut, maka semuanya sudah siap. 

"Meski demikian, kami saat ini bersama BPBD Jember sudah menyiapkan sarana evakuasi dan pengungsian,” pungkasnya.