Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Terkini.id)
Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Terkini.id)

Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK kini menjadi perbincangan heboh oleh publik. Komisi IV DPR pun memberikan tanggapan terkait penangkapan Edhy tersebut.  

Anggota Komisi IV DPR Bambang Purwanto menyebut jika pihaknya sudah mengingatkan Edhy agar tidak melakukan ekspor benur.  

Baca Juga : Belum Ada Solusi Soal Limbah Tahu, Dewan Segera Tinjau Lokasi

"Dari awal saya tidak sepakat. Benur kan banyak di sini, kenapa tidak dibudidayakan dan melibatkan nelayan," ujar Bambang.

Bambang menilai jika budidaya benih lobster justru akan menguntungkan jika dilakukan di dalam negeri. Hal itu karena saat sudah besar dan diekspor nilainya akan bertambah.  

"Kalau alasannya budidaya benur sulit, ya kenapa Vietnam beli ke kita, terus beli bahan pakannya dari kita dan mereka bisa budidaya," cetusnya.  

"Kemudian akhirnya nanti kan produsen lobster ke mereka, padahal benihnya dari kita," ucap Bambang.  

Namun, Bambang enggan memberikan komentar apapun soal dugaan korupsi ekspor benur dan menyerahkan semua pada pihak KPK.  

Baca Juga : DSF ke-6, Khofifah Tantang Tenun Ikat Kediri Jadi Souvenir Tingkat Nasional

Diketahui, Edhy bersama keluarganya ditangkap KPK pada Rabu (25/11/2020)  dini hari sekitar pukul 01.23 WIB. Ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta setelah pulang dari Amerika Serikat (AS).  

Penangkapan Edhy ini dipimpin langsung oleh penyidik senior KPK Novel Baswedan. Dari informasi yang beredar Edhy ditangkap lantaran kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.