Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Dalam berbagai riwayat disebutkan, Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya untuk tidak bermalas-malasan. Bahkan dalam setiap doa yang dilantunkan, Rasulullah SAW selalu meminta untuk dijauhkan dari sifat malas karena akan membawa pada kemiskinan dan hinaan.

Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian yang diunggah dalam channel YouTube Islam Terkini menyampaikan, Rasulullah SAW selalu berdoa untuk diajuhkan dari kemiskinan dan rasa malas.

Baca Juga : Produsen Arang Tradisional Antusias Sambut Program Cabup Banyuwangi Ipuk Tingkatan Kelas UMKM

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Selalulah kalian berlindung diri kepada Allah SWT agar dijauhkan dari sifat kefakiran, kekurangan, dan perhinaan.”

Ketiga sifat itu seluruhnya ada pada orang yang malas.  Orang malas bakal  jadi miskin dan akan dihina oleh mereka yang telah berjasa kepada si pemalas. Dalam hadis tersebut jelas, Rasulullah SAW mengajarkan agar umatnya senantiasa berjuang.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kelaparan karena itu seburuk-buruknya keadaan.”

Dalam hadis lain lagi, Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari sifat putus asa dan malas, juga sifat pengecut dan pelit. Dan jangan sampai aku terlilit utang dan juga dikuasai oleh orang-orang.”

Maka dalam Islam dijelaskan bahwa seorang muslim harus maju dan meninggalkan sifat malas. Para ulama mengatakan bahwa orang kaya yang bersyukur lebih baik dari orang miskin yang bersabar. Pasalnya, satu orang kaya bisa menghidupi seribu orang miskin. 

Namun, ada pula ulama yang berpandangan sebaliknya. Yakni orang miskin yang sabar lebih utama dibandingkan dengan orang kaya yang bersyukur.

Baca Juga : Cara Rasulullah SAW Menghadapi Masalah, Umat Muslim Wajib Tahu

Sementara itu, dalam kisah lain, ada sahabat Rasulullah SAW yang miskin dan datang kepada Rasulullah SAW. Mereka kemudian meminta untuk ditunjukkan amalan yang sama agar pahalanya seimbang dengan orang kaya yang suka berinfak. Maka Rasulullah SAW menjawab, “Bacalah subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali. Amalkan itu.”

Beberapa hari kemudian, para sahabat Rasulullah SAW yang kaya itu mendengar sabda Nabi Muhammad SAW tersebut. Kemudian mereka mengamalkannya dan sahabat yang miskin kembali mendatangi Rasulullah SAW serta meminta untuk diajarkan amalan lain agar mereka bisa mengimbangi pahala sahabat Rasulullah SAW yang kaya-kaya tersebut. Lalu Rasulullah SAW berkata, “Itu karunia Allah SWT yang diberikan kepada siapa saja yang Dia mau.”