Suasana perhelatan launching mini album SAS Skapunk di salah satu cafe di Kota Malang, Minggu (25/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Suasana perhelatan launching mini album SAS Skapunk di salah satu cafe di Kota Malang, Minggu (25/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

Pandemi Covid-19 tak menyangka semangat sekawanan pemuda Kota Malang yang tergabung dalam unit SAS Skapunk. Mereka terus berkarya dan berkontribusi lebih dalam dunia musik lokal hingga internasional.

Terbaru, SAS Skapunk meluncurkan EP (Extended Play) mini album bertajuk "Skapunk Passion" pada Minggu (25/10/2020) malam. Berlangsung di salah satu cafe Kota Malang, mereka me-launching mini album itu konsep private party yang berlangsung kondusif.

Baca Juga : Situs Bioskop Online Kini Jadi Pilihan Nonton di Masa Pandemi, Cukup Bayar Mulai Rp 5 Ribu

Vokalis SAS Skapunk, Irvan Gemok mengatakan bahwa acara launching mini album yang mengusung private party ini sebenarnya sudah direncanakan sejak April 2020 silam.

"Sebenarnya kita sudah mau launching mini album itu sekitar pertengahan April 2020. Tapi gara-gara pandemi Covid-19, acara tersebut kita undur sampai Oktober ini," ungkapnya ketika ditemui pewarta saat acara berlangsung.

Pria berperawakan tambun ini juga menjelaskan bahwa dalam acara launching tersebut tak lupa juga selalu diimbau kepada para penonton untuk mentaati protokol kesehatan.

"Ya meskipun acara launching, kita tetap mengimbau kepada penonton untuk taat protokol kesehatan. Setiap yang masuk dicek thermogun dan wajib mengenakan masker," ujarnya.

Selain itu, launching mini album tersebut juga dimeriahkan oleh dua band Kota Malang yakni Bread Essence dan As Merry As Cricket. Keduanya membuat acara launching mini album semakin meriah.

"Seakan-akan keributan yang diakibatkan pandemi Covid-19 tak hentikan kita berkarya. Karena kita juga sudah haus untuk membuat gigs," jelasnya.

Dalam mini album yang diluncurkan, terdapat lima materi lagu pamungkas dari SAS Skapunk yang bakal membuat pendengar terus berskankin dan berpogo ria. Di antaranya Skapunk Passion, Walking Up, Milik Kami, Danger dan All The Time (featuring Monica Glorious Friends).

Kelima karya tersebut dikemas dalam format kaset pita. Serta untuk artwork cover yang sangat aesthetic, SAS Skapunk mempercayakan sepenuhnya kepada Tokici, pemilik distro Trolley.

Baca Juga : Bioskop Kota Malang Segera Buka, Dinkes Cek Kesiapan Protokol Kesehatan Covid-19

Sebagai informasi bahwa SAS Skapunk telah terbentuk sekitar tahun 2013. Sebelumnya menggunakan nama Shaggy And Scooby yang mengusung genre Traditional Ska.

"Sebelumnya kita pakai nama Shaggy And Scooby sudah meluncurkan dua single bertajuk Bergembira Bersama dan Chintana," terangnya.

Tetapi dikarenakan tidak menemukan soul atau passion yang tepat pada genre Traditional Ska, Gemok mengungkapkan bahwa sejak tahun 2016 beralih ke genre Skapunk dan menyingkat nama band menjadi SAS Skapunk.

"Kita beralih ke Skapunk karena waktu mengusung traditional ska kita kurang menemukan passion-nya," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, layaknya band anak muda yang kerap kali melakukan pergantian personel, SAS Skapunk pun tak luput dari masa-masa tersebut. Hingga sampai saat ini SAS Skapunk diperkuat oleh Irvan Gemok (vocal), Erwin (gitar), Rian (bass), Andi (trombone) dan Amri Gombes (drum).