Lintas LSM Banyuwangi menggelar pertemuan di Insignia Cafe Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Lintas LSM Banyuwangi menggelar pertemuan di Insignia Cafe Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Puluhan aktivis Lintas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banyuwangi mengharapkan agar aparat kepolisian resor kota (Polresta) Banyuwangi bertindak cepat dan tegas dalam menangani dugaan tindak kekerasan terhadap Muhammad Khairudin Mirzani, salah seorang dokter di RSUD Blambangan Banyuwangi yang dilakukan oleh oknum LSM GMBI Banyuwangi.

Menurut Sulaiman Sabang, salah seorang pengurus LSM di Banyuwangi, dengan ada kejadian tindak kekerasan terhadap seorang dokter yang dilakukan oknum LSM, dinilai merusak nama baik dan kehormatan LSM se-Banyuwangi. Seharusnya mengedepankan intelektual cerdas dan mentaati aturan dan hukum dalam setiap melakukan tindakan.

Baca Juga : Berantas Rokok Ilegal, Disperindag Pemkab Blitar Gelar Bimtek Bersama Bea Cukai

”Kami lintas LSM yang ada di Banyuwangi merasa tercoreng dengan adanya dugaan tindak kekerasan. Kami memberikan dukungan kepada polresta Banyuwangi untuk melakukan tindakan secepatnya," ucapnya.

Selanjutnya Suparmin, salah seorang aktivis yang lain menambahkan, pada dasarnya Indonesia adalah negara hukum, maka setiap tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh siapapun seyogianya diproses secepatnya sesuai dengan mekanisme yang ada.

Aparat penegak diharapkan tidak tebang pilih dalam menegakan aturan hukum. “Siapapun yang melakukan kesalahan harus mendapatkan sanksi hukum. Apalagi dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum LSM tersebut dilakukan di sebuah rumah sakit milik pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lintas LSM Banyuwangi memberikan pernyataan sikap yang antara lain adalah, LSM bersama seluruh elemen masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab ikut serta menjaga kondusifitas Banyuwangi tanpa melihat SARA. Kemudian mengutuk segala tindak kekerasan dan arogansi oleh siapapun terhadap warga masyarakat pegawai negeri swasta dan instansi pemerintah di Banyuwangi. 

Selanjutnya, aktivis LSM pada dasarnya mencinta hidup yang rukun damai antar sesama umat tanpa memandang SARA.

Menolak dan mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum LSM terhadap Muhammad Khairudin Mirzani di RSUD Blambangan yang sudah menjalankan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan kesehatan.

Selanjutnya lintas LSM memberikan dukungan terhadap aparat kepolisian Resor Kota Banyuwangi mengusut tuntas terhadap pelaku tindak kekerasan dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Setelah mematangkan koordinasi puluhan anggota lintas LSM Banyuwangi mendatangi Mapolresta Banyuwangi untuk menyerahkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pengurus lintas LSM dan melakukan dialog dengan Kapolresta Banyuwangi.

Baca Juga : Iduladha, Pemkot Blitar Larang Masyarakat Terbangkan Balon Udara

Sementara Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Kapolresta Banyuwangi mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari 23 LSM yang tergabung di Lintas LSM Banyuwangi yang telah mengawal dan mendorong Polresta Banyuwangi untuk mengusut tuntas kasus dugaan tindak kekerasan kepada seorang dokter di RSUD Blambangan Banyuwangi.

“Kasus ini sudah dua hari. Bahkan kami sudah menangani kasus ini dan memanggil terduga pelaku tindak kekerasan,” kata Arman.

Arman menambahkan, pihaknya telah memanggil lima orang saksi untuk dimintai keterangan terkait kronologi terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan oknum LSM di Banyuwangi terhadap dokter RS yang sedang melaksanakan tugas. 

Adapun saksi yang sudah memberikan keterangan berasal dari internal maupun eksternal terkait dugaan kasus  tindak kekerasan tersebut.

“Kami masih belum menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan ini. Kami masih melakukan sinkronisasi keterangan dari para saksi dan masih dalam tahap kesimpulan,” pungkasnya.