Kantor Arema FC atau Kandang Singa (Hendra Saputra)
Kantor Arema FC atau Kandang Singa (Hendra Saputra)

Manajemen Arema FC terus berupaya mendapatkan penghasilan tambahan untuk menghidupi timnya yang akan menjalani lanjutan Liga 1 2020 Oktober mendatang. Pasalnya, Covid-19 membuat keuangan sejumlah tim sepak bola di Indonesia terkena imbas sehingga harus menemukan formula untuk bisa mencari tambahan.

Salah satunya yang terjadi pada Arema FC, saat ini tim berjuluk Singo Edan ini terus berupaya untuk menggandeng sponsor dari perusahaan yang ada di Malang Raya untuk bisa bekerja sama. "Kami membuka peluang untuk menggandeng sejumlah perusahaan besar yang tumbuh di Malang," ucap Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Baca Juga : Curhat Pelaku Bisnis Umroh: Tak Ada yang Peduli, Bahkan Pemerintah!

Namun kerja sama yang ditawarkan tidak lagi seperti konsep sponsor pada umumnya. Artinya, bentuk sponsor bukan pendanaan untuk Arema FC. 

"Jadi tidak berbentuk langsung pendanaan. Tapi akan sama-sama mengembangkan. Yang pasti, tujuannya untuk menjaga napas tim. Karena untuk menutupi kekurangan anggaran juga," imbuhnya.

Memang biasanya, tim sebesar Arema FC akan mencari sponsor yang mau memberikan fresh money untuk menopang kebutuhan finansial tim. Namun dalam kondisi seperti ini, manajemen memilih menerapkan sistem bermitra agar saling menguntungkan bagi perusahaan yang bekerja sama. 

Baca Juga : Begini Potensi Retribusi Uji Kir di Kabupaten Malang Paska Terdampak Pandemi Covid-19

Untuk diketahui, saat ini Arema FC hanya mengandalkan pemasukan dari penjualan merchandise seiring manajemen mencari tambahan pemasukan dari para sponsor baru. Tapi nantinya pada Oktober atau tepat kompetisi Liga 1 2020 kembali digelar, tim Singo Edan sudah akan mendapat tambahan dari penjualan tiket pertandingan dan dana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi.