Gus Idris saat ditemui di kediamannya di Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (10/7/2020) tengah malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Gus Idris saat ditemui di kediamannya di Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (10/7/2020) tengah malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Pernah mendengar nama Muhammad Idris Al-Marbawy atau yang akrab disapa Gus Idris? Dia merupakan sosok ulama di pelosok Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang,  yang viral dengan aksi-aksi dakwahnya yang kerap bertarung menyadarkan para dukun di berbagai wilayah Nusantara. 

Viralnya aksi Gus Idris dikarenakan aksi tarungnya dengan makhluk gaib para dukun direkam dan disiarkan secara live melalui akun YouTube-nya, yakni Gus Idris Official, yang hingga kini memiliki jumlah subscriber sebanyak 427 ribu. Para subscriber-nya pun mempunyai sebutan Sahabat GIO. 

Baru-baru ini, video Gus Idris viral saat bertemu seorang dukun asal Pakis, Kabupaten Malang. Dia menemui dukun tersebut setelah mendapatkan pengaduan dari seorang mahasiswi. Si mahasiswi bercerita kalau diminta menyerahkan “tubuhnya” kepada sang dukun gara-gara kurang bayar setelah memanfaatkan jasa susuk kecantikan dukun itu.

Sebelum dakwah menggunakan kanal YouTube, Gus Idris hanya membuka praktik untuk pasien non-medis di kediamannya maupun mendatangi para dukun yang telah berbuat ulah sehingga pasien tersebut sengsara. Tetapi, kejadian itu semua tidak terekam dan ditayangkan melalui kanal YouTube. 

Kemarin malam (10/7/2020) wartawan media ini berhasil berjumpa dengan sosok Gus Idris di pondok pesantrennya, Thoriqul Jannah, di Jalan Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Gus Idris sedikit menceritakan awal mula dirinya terjun dalam dunia dakwah yang disebarkan melalui kanal YouTube. 

"Sudah lama sebenarnya, sekitar lima tahunan (dakwah, red). Tetapi baru kami up di YouTube waktu lockdown ini (pandemi covid-19). Biasanya kami aktif di pengajian-pengajian, tablig akbar. Setiap hari kami di Majelis Ta'lim Thoriqul Jannah dan sampai jamaah ada yang berobat, tetapi belum kami up di YouTube karena belum pengalaman di situ," ungkapnya, Jumat (11/7/2020) tengah malam. 

Dengan kondisi seperti itu, Gus Idris  mengaku sempat kebingungan dalam menjalankan dakwah yang telah lama dilakukan selama beberapa tahun ke belakang sebelum adanya pandemi covid-19. Hal itu membuat Gud Idris dan para santrinya membuat rencana dan inovasi baru agar dakwahnya tersampaikan serta bermanfaat bagi banyak orang. 

"Saya bingung sama teman-teman. Biasanya dakwah, sekarang kok nggak dakwah. Seperti gatal gitu (untuk berdakwah). Gimana caranya tujuan dakwah kita tetap bisa dilakukan walaupun lockdown, akhirnya pakai YouTube itu," ungkapnya. 

Terkait konten yang ada di channel YouTube Gus Idris Official sendiri, Gus Idris mengatakan bahwa pada awalnya dirinya membuat konten yang bersifat mistik dengan menguak beberapa titik jalan raya yang kerap terjadi kecelakaan. Gus Idris berusaha mencari tahu adakah keterlibatan makhluk gaib dalam persitiwa-peristiwa kecelakaan tersebut.

"Kami buat YouTube menguak misteri jalan yang sering terjadi kecelakaan. Apa ada gangguan dari bangsa gaibnya, ikut campur tidak di situ. Kami up di YouTube, lha kok banyak masyarakat yang tertarik di situ. Awalnya di situ," jelasnya. 

Setelah konten tersebut, Gus Idris melanjutkan dengan konten-konten pengobatan terhadap pasien serta konten terkait pertarungan  dirinya untuk menyadarkan para dukun kembali ke jalan yang benar. 

Namun, upaya-upaya tersebut pun tak luput dari nyinyiran warganet. Mereka menuduh bahwa konten yang dibuat hanyalah settingan dan semua kejadian yang diklaim melibatkan makhluk gaib hanya pura-pura. 

Merespons anggapan ini pun, Gus Idris menanggapi dengan santai. Dia menceritakan bagaimana teknis dirinya bersama tim melakukan upaya pencarian hingga bertarung menyadarkan para dukun tersebut. 

"Awalnya informasi dari pasien juga, kami cari informasi dari segi gaibnya. Kemudian kami kirim crew yang bagian lapangan untuk survei. Baru setelah itu, kami meminta izin kepada pihak kepala dusun, RT/RW, kepala desa dan juga kepada dukunnya sendiri untuk melakukan pertemuan dan ditayangkan melalui YouTube," kata pria berusia 30 tahun ini. 

Dari proses tersebut pun, banyak juga para dukun yang tidak bersedia untuk direkam dan videonya disebarkan kepada masyarakat luas. Jika menemui hal tersebut, tim  Gus Idris harus melakukan upaya-upaya lobi agar dapat melakukan pertemuan dan direkam dengan para dukun. 

Sosok pria yang merupakan putra KH Rodyallah, yang juga terkenal dengan konten sweeping dukun, menegaskan bahwa dirinya akan terus melakukan jalan dakwah ini. Sebab, dakwah merupakan kewajiban umat muslim dalam mengamalkan ilmu-ilmu yang dimilikinya. 

"Kalau kesombongan, angkuh, takabur, itu kan sifat manusia. Agar dijauhkan dari sifat itu, kita harus istikamah. Bagaimanapun situasi dan keadaannya, mau dipuji agar tidak terbang, mau dicaci tidak mundur, tidak membuat kami down," tandasnya.

Secara tegas, Gus Idris mengatakan bahwa dirinya tidak akan berhenti selama itu semata-mata mengharapkan dan berjuang di jalan Allah.  Gus Idris akan berhenti dan pensiun dalam berdakwah saat ajal datang menjemput. 

"Solusinya jalan saja terus (dakwah, red), sampai ajal menjemput. Dakwah saja terus sampai Allah berkata waktunya pulang," tegasnya.