Tengku Zulkarnain (Foto:  Abadikini.com)
Tengku Zulkarnain (Foto: Abadikini.com)

Publik dibuat geleng-geleng kepala dengan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain yang mengungkapkan alasan dirinya tak mendukung Joko Widodo.  

Tengku Zul justru secara blak-blakan mengatakan dirinya mendukung Prabowo Subianto saat Pilpres 2019.

Baca Juga : Anies Baswedan Jadi Gubernur Terpopuler, Politisi Demokrat: Kebanyakan Bicara

Yang mengejutkan, Tengku Zul bahkan mengatakan jika ia akan mendukung pemerintahan Ma'ruf Amin yang maju sebagai presiden.  

Tak ayal pernyataan Tengku Zul itu membuat namanya menjadi trending di Twitter dengan tagar #PecatTengkuZulDariMUI.

Pagi ini #PecatTengkuzulDariMUI menjadi trending dengan mendapat cuitan 17 ribu lebih.

Hal itu ia ungkapkan saat menjadi bintang tamu di channel YouTube Refly Harun Senin (2/6/2020).

"Kalau Kiai Maruf jadi presiden saya tim kampanyenya, pakai duit saya," kata Tengku Zul.  

Lebih lanjut, Tengku Zul mengatakan karena adanya Jokowi berdampingan dengan Ma'ruf ia hanya bisa memberi dukungan separo kepada pemerintah.  

"Tapi ada Jokowi di situ ya separo-separo. Kalau Jokowi wafat Kiai Maruf jadi presiden, baru saya banyak membantu. Tapi kalau salah tetap kritik," ucapnya.  

Tak ayal, pernyataan Tengku Zul langsung membuat Refly Harun terkejut.  

"Wah ini pernyataan keras, nih," ucap Refly Harun.

Baca Juga : Kerap 'Mengadu' pada Jokowi, Novel Baswedan: Masalah Ini Melibatkan Orang yang Begitu Kuat

Tengku Zul lantas mengatakan jika hubungannya dengan Ma'ruf Amin memang cukup dekat.  

"Saya memang begitu sama Kiai Ma'ruf, saya kalau sama Kiai Ma'ruf tanpa risau. Saya bergaul 22 tahun sama Kiai Ma'ruf beliau ketua umum, saya wakil sekjen," kata Tengku Zul.

Di sisi lain, tengku Zul menyatakan ketidakcocokannya dengan Jokowi karena PDIP.

"Tetapi saya enggak mau sama Pak Jokowi, karena di belakang Pak Jokowi siapa? Saya enggak cocok. Ada PDIP di situ kan, saya enggak cocok," jelas Tengku Zul.

Ia menilai jika PDIP yang tidak memiliki sikap dalam memperjuangan agama.  

Bahkan Tengku Zul menyinggung sikap DPR dari PDIP yang memilih walkout dalam pembahasan UU Pornografi dan UU Pendidikan.

"Coba UU pendidikan, Bang Rafly masih ingat pasal 12 a, tiap-tiap anak didik berhak mendapat pendidikan agama, sesuai agama yang dianutnya, dengan diajarkan guru yang seagama yang dianutnya. Ini kok walkout," ujar Tengku Zul.