Tangkapan layar video viral pasien covid-19 teriak kelaparan di ruang isolasi STIKES Pemkab Jombang. (istimewa)
Tangkapan layar video viral pasien covid-19 teriak kelaparan di ruang isolasi STIKES Pemkab Jombang. (istimewa)

Beredar video sejumlah orang sedang berada di tempat isolasi bagi pasien Covid-19 dan mengeluhkan pelayanan yang buruk. 

Mereka mengeluh kelaparan hingga tidak adanya air untuk kebutuhan mandi.

Baca Juga : 2 Orang Sembuh, 1 Positif Covid 19 Bocah 10 Tahun di Kota Malang

Ada dua video yang beredar melalui sejumlah grup WhatsApp di Jombang pada Minggu (7/6/2020). 

Video pertama memperlihatkan 5 orang berada di sebuah bangunan mirip kelas sekolah, dengan masing-masing orang memegang satu bungkus mie instan.

Dalam video berdurasi 31 detik itu, terlihat dua orang yakni seorang perempuan dan pria saling berteriak meminta tolong sembari memegang mie instan yang masih mentah. 

Dalam percakapan di dalam video itu, seorang perempuan yang mengenakan baju daster warna cokelat berteriak minta tolong karena tidak bisa memasak. 

Sedangkan, seorang pria juga turut berteriak dan bilang kalau sedang kelaparan.

"Tolong beginilah nasibnya orang kecil, mau masak supermi tidak ada kompor. Tolong ini, makan mie mentah," ujar seorang ibu-ibu di dalam video tersebut.

"Beginilah mau makan tidak ada yang dimasak, apa alasannya tolong, tolong. Tolong, yang ada di sini kelaparan ini," saut seorang pria yang mengenakan sarung warna merah dan berkaus abu-abu di dalam video itu.

Sementara, video kedua juga memperlihatkan dua orang yang mengeluhkan fasilitas air bersih yang tidak tersedia di lokasi tersebut. 

Video berdurasi 20 detik itu terlihat dua orang berada di ruangan yang terdapat kran air. 

Mirisnya, saat akan digunakan, dua orang tersebut menunjukkan air yang tidak mengalir meski kran dibuka.

Salah satu orang di video itu mengatakan, bahwa dirinya kesulitan air untuk kebutuhan MCK. 

"Tidak ada airnya, dari kemarin tidak ada airnya. Kamar mandinya juga gitu, kosong terus airnya. Tolong diperhatikan pak," ujar seorang pria yang mengenakan baju muslim dan bermasker di video tersebut.

Dua video yang beredar tersebut diduga berada di ruang isolasi penanganan Covid-19 yang berada di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemkab Jombang. 

Gedung STIKES Pemkab Jombang menang dipergunakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Koordinator Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang dr Pudji Umbaran membenarkan, video tersebut merupakan pasien positif Covid-19 warga Desa Plosokerep yang sedang diisolasi di gedung STIKES Pemkab Jombang. 

Video yang mengeluhkan fasilitas di ruang isolasi itu, kata Pudji, terjadi 3 hari yang lalu.

Baca Juga : Bocah 7 Bulan Ini Derita Hidrosefalus, Keluarga Berharap Anaknya Dapat Jaminan Kesehatan

 

"Viral video dari keluhan para penghuni rumah isolasi STIKES Pemkab Jombang, dapat kami informasi bahwa video tersebut kita terima beberapa hari yang lalu," ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (8/6).

Diakui Puji, keluhan pasien terkait air di ruang isolasi tersebut juga dia benarkan. 

Kendala kesulitan air bersih sudah terjadi sejak awal STIKES Pemkab Jombang digunakan sebagai rumah isolasi Covid-19, (29/5) lalu. 

Kendala air tersebut kembali muncul ketika ruang isolasi telah terisi pasien sebanyak 75 orang.

“Pada awal-awal karena penghuninya masih sedikit kurang lebih 15-20 orang, waktu itu masih tercukupi. Saat ini dengan penghuni yang lebih banyak kurang lebih sekitar 75 orang, tentu kebutuhan air mulai meningkat dan debit air berkurang,” jelasnya. 

"Dan kami sudah instruksikan kepada pejabat terkait untuk melakukan pengeboran ulang, untuk menambah debit air dan kebutuhan air di STIKES Pemkab Jombang," kata Pudji.

Sedangkan, protes para pasien terkait tidak adanya fasilitas memasak juga ditanggapi oleh Pudji. 

Ia mengatakan, alat masak tidak disediakan oleh Pemkab Jombang karena khawatir potensi kebakaran di lokasi tersebut.

"Terkait video viral keinginan mereka disediakan kompor, memasak dan sebagainya, bisa kami jelaskan bahwa memang kami tidak menyediakan alat memasak. Mengingat bahwa potensi terjadinya kebakaran akan mengkhawatirkan bersama," jelasnya.

Sebagai gantinya, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang memberikan ekstra makanan berupa makanan ringan. 

Untuk makanan pokok, pihak Pemkab Jombang sudah mencukupinya dengan jadwal makan 3 kali dalam sehari.

"Hal itu kita tindaklanjuti dengan memberikan ekstra fooding. Artinya makanan kami tambahkan di samping makanan pokok yang kami kirimkan tiga kali sehari, sesuai jadwal makan di rumah sakit," pungkasnya.(*)