BPCB Trowulan memeriksa mahkota logam yang ditemukan warga Ponggok Blitar
BPCB Trowulan memeriksa mahkota logam yang ditemukan warga Ponggok Blitar

Sempat viral terkait penemuan mahkota oleh warga Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Membuat masyarakat dan berbagai kalangan dibuat penasaran atas mahkota tersebut.

Tak terkecuali, Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, yang langsung mengecek mahkota logam yang ditemukan itu. 

Dari hasil pengecekan atas mahkota yang membuat geger masyarakat, BPCB Trowulan, menyampaikan sesuatu yang membuat banyak kalangan penasaran sejak ramainya penemuan itu.

"Kita pastikan bahwa mahkota itu bukan benda purbakala dan merupakan mahkota buatan baru," ucap Nugroho Harjo Lukito, Arkeolog BPCB Trowulan, beberapa waktu lalu.

Nugroho menjelaskan, secara fisik mahkota itu masih utuh dan tidak korosi. Diperkirakan mahkota itu dipendam belum genap satu bulan.

"Kalau logam terendam air dalam jangka waktu lama, maka tanah yang berada di bagian dalam mahkota akan mengeras dan sangat sulit dibersihkan. Lalu pasti ada cacat di fisik mahkota, ada korosi dan tidak utuh," ungkapnya.

Selain ciri-ciri tersebut, lanjutnya, dilihat dari bagian dalam mahkota terbuat dari kuningan. Dari cara pembuatannya juga ada penyambungan bagian mahkota yang memakai las dan dirapikan dengan gerinda.

Tak hanya itu, dibagian atas mahkota yang sempat viral itu, ada satu paku yang masih tertancap.

 "Ini menandakan buatan baru. Karena zaman kerajaan belum mengenal paku," urai Nugroho.

Benda serupa banyak diproduksi di Trowulan, Mojokerto dan Peterongan, Jombang. Dan biasanya diproduksi sesuai pesanan.

"Secara keilmuan, kalau zaman kerajaan, mahkota terbuat dari emas. Karena ringan, tipis, mudah dibentuk dan nyaman dipakai di kepala," imbuhnya.

Nugroho pun menduga, mahkota itu sengaja dipendam oleh seseorang. Dengan tujuan untuk memberi kesan sebagai benda kuno. 

"Memendamnya pun tidak dalam, supaya mudah untuk diambil kembali," tandasnya.