RS (belakang) oknum bidan yang diduga melakukan praktik dokter tanpa izin. (Nurhadi/BanyuwangiTIMES)
RS (belakang) oknum bidan yang diduga melakukan praktik dokter tanpa izin. (Nurhadi/BanyuwangiTIMES)

BANYUWANGITIMES - Perawatan kulit wajah dan kecantikan makin banyak dicari masyarakat. Selain mengandalkan produk-produk yang dijual bebas (drugstore makeup) ada pula yang mengandalkan dokter.

Selain harga yang relatif bersaing dengan produk merek-merek besar, perawatan di dokter kecantikan umumnya membutuhkan waktu yang singkat. Sehingga, wajah lebih cepat mulus dan kinclong. 

Banyaknya wanita yang mencari perawatan kulit ini jadi celah bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya RS, warga Dusun Sidorejo RT/RW 002/001 Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran Banyuwangi.  

Beberapa waktu lalu, RS yang berprofesi sebagai bidan diringkus oleh Satreskrim Polresta Banyuwangi. Penangkapan itu atas dugaan kasus praktek curang RS yang mengedarkan farmasi tanpa izin edar dan tanpa keahlian. Bahkan RS juga kedapatan tidak memiliki kewenangan melakukan praktik farmasi dan atau tanpa hak melakukan praktik kedokteran.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka, kasus tersebut berawal saat perempuan muda tersebut bekerja pada klinik kecantikan sebagai tenaga medis.

Hasil pengalaman di tempat kerja itu membuat RS yang mengaku terdesak kebutuhan ekonomi, menjadi gelap mata. Tanpa pikir panjang, sekitar bulan Februari 2019 dia membuka praktik pelayanan suntik pemutih kulit di rumahnya. 

Perwira asal Makassar itu menguraikan, RS mematok harga murah untuk perawatan yang dia berikan. Harga obat-obatan yang berupa vitamin C plus Kolagen sekitar Rp 100 ribu. Kemudian obat-obatan berupa Aqua Skin Veniccy dijual sekitar Rp 300 ribu.

"Obat-obatan tersebut diperoleh tersangka melalu belanja online tanpa disertai izin edar dari BPOM. Penyaluran obat-obatan tidak dilengkapi izin praktik, izin edar dan yang bersangkutan tidak memiliki keahlian pada bidang farmasi," jelas Mantan Wadireskrimsus Polda Jatim itu.

Perwira yang ramah dan lugas itu menuturkan, polisi berhasil mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) dari rumah tersangka. Di antaranya 1 set alat suntik pemutih bekas pakai, 10 ampul Vitamin C dan Kolagen, 1 buah sampah medis, 13 buah jarum inflo dan lain sebagainya.

"Akibat perbuatan kriminal yang dilakukan, tersangka dijerat dengan pasal 197 UU No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun dan pasal 78 UU RI No.29 tahun 2004 Tentang Kedokteran dengan ancaman 10 tahun penjara," tegasnya.

Kombespol Arman Asmara menambahkan, polisi masih berupaya melakukan tindak lanjut. "Selain menahan tersangka dan mengamankan BB, aparat kepolisian terus melakukan pengembangan kasus yang menjerat oknum bidan perempuan tersebut," pungkasnya.