Kepala Dinas PMD Sumenep Moh. Ramli (ist/JatimTIMES)
Kepala Dinas PMD Sumenep Moh. Ramli (ist/JatimTIMES)

Ada yang menarik dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Sumenep  pada 7-14 November 2019 mendatang. Dari 226 desa yang ikut kontestasi pilkades, ada salah satu calon kepala desa yang bergelar doktor (S3).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Moh. Ramli dalam kegiatan Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2019 di gedung Korpri, Rabu (23/10/2019).

"Kalau tidak salah dari Desa Kalianget Timur apa Kalianget Barat gitu. Namun, yang pasti dari Kecamatan Kalianget," ungkap nya.

Saat dicecar media, Ramli mengaku tidak tahu secara pasti detail daftar nama dan alamat calon kepala desa yang berlatar belakang pendidikan S3 tersebut. "Saya kebetulan tidak pegang daftar nama-nama cakades. Jadi, saya tidak tahu detailnya, namun yang pasti dia S3 gitu," ujarnya.

Sementara, dalam laporannya, Ramli mengurai bahwa tahapan pelaksanaan pilkades telah dilaksanakan. Dalam tahap penjaringan, terdapat 787 bakal calon. Sementara yang telah ditetapkan sebagai calon melalui keputusan panitia berjumlah 654 orang.

"Pada pilkades serentak tahun ini, terdapat 654 cakades yang telah ditetapkan. Rinciannya, calon laki laki sebanyak 586 dan unsur perempuan 68 calon," paparnya.

Selain itu, berdasarkan tingkat pendidikan, calon kades didominasi lulusan SMA sederajat dan strata 1 (S1). Sementara  usia mereka  dari 25 tahun hingga 65 tahun.

"SMP sederajat 54 orang, tingkat SMA 323 orang, D2 dan D3 masing masing 12 dan 11 calon, sementara S1 sebanyak 236 orang, 17 orang berlatar S2, dan untuk lulusan S3 ada 1 orang," terangnya.

Untuk usia 25 tahun 3 orang, usia 25-30 tahun berjumlah 41 calon, usia 30-35 ada 60, usia 35-40 berjumlah 111 orang, usia 40-45 sebanyak 127, usia 45-50 berjumlah 154 orang, yang berusia 50-55 ada 107, 55-60 berjumlah 38 orang, usia 60-65 ada 10 orang, dan usia 65 tahun ke atas terdapat 3 calon.

Menurut mantan kepala Dinas Sosial ini, tahapan selanjutnya yang perlu mendapatkan atensi antara lain masa kampanye, masa tenang tiga hari sebelum pemungutan suara, dan pada saat hari pemungutan suara itu sendiri.

"Sesuai keputusan bupati, pelaksanaan pada Kamis 7 November 2019 di 172 desa wilayah daratan. Sementara sepekan setelahnya, Kamis 14 November, untuk kepulauan 52 desa. Ini perlu ada atensi agar pelaksanaannya dapat terlaksana sesuai harapan," pungkas nya.