Busana berbahan batik karya mahasiswa Universitas Brawijaya Farhan Alif Dafa (foto: www.instagram.com/fad_byfarhan)
Busana berbahan batik karya mahasiswa Universitas Brawijaya Farhan Alif Dafa (foto: www.instagram.com/fad_byfarhan)

Kaum muda barangkali terdepan dalam hal penampilan. Tetapi bahan pakaian kawula muda biasanya jarang menyentuh material batik.

Sebab batik acapkali dianggap amat formal dan malah berkesan busana milik orangtua. Anggapan semacam itu mungkin tidak semua anak muda setuju. Terutama Farhan Alif Dafa. 

Mahasiswa Universitas Brawijaya itu membuat pakaian berbahan batik. Mengusung konsep pakaian muda nan dinamis, batik dipadukan dengan material katun.

"Saya pilih motif batik dan warna yang mengarah ke konsep mode monochrome. Dari situ akhirnya saya menemukan motif batik dari Pekalongan dan Cirebon yang pas," jelas ia kepada MalangTIMES, Sabtu (20/1/2018).

Di tangan Farhan, motif batik Pekalongan dan Cirebon ia buat sebagai aksen busana. Total ada delapan busana yang ia rancang.

"Ada empat busana pria dan empat wanita. Kalau untuk busana wanitanya looknya lebih feminin dan urban," imbuh pria yang tergabung dalam Indonesian Fashion Chamber (IFC) Community Malang itu. 


Desainer muda asal Malang Farhan Alif Dafa (foto: Farhan for MalangTIMES) 

Memadukan batik dan katun, Farhan membuat busana pria bergaya casual look. Untuk wanita, ia setia dengan gaya feminin tetapi kali ini ditambah dengan urban look yang modern.

"Kalau untuk paduannya itu kita pakai bahan cotton, jadi lebih nyaman kalau dipakai buat sehari-hari juga," jelas ia tentang material kombinasi batik dan katun yang digunakan. 

Delapan baju bertema Revolutik karya Farhan dengan label FAD by Farhan itu ia buat dalam waktu hanya satu bulan. Lantas berapa harga busana batik anak muda karyanya? "Kalau range harganya kurang lebih sekitar Rp 450.000," tukasnya. (*)