Jaga Pesisir, Pemkab Gresik bersama PT Smelting Tanam 10 Ribu Mangrove
Reporter
Syaifuddin Anam
Editor
Nurlayla Ratri
11 - Aug - 2026, 05:43
JATIMTIMES - Sebanyak 10.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik. Gerakan ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan PT Smelting melalui program "Pesisir Lestari – Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang", Selasa (11/8/2026).
Penanaman tersebut tidak sekadar menyasar kelestarian lingkungan. Kawasan mangrove juga diproyeksikan menjadi benteng alami pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui edukasi lingkungan dan ekowisata.
Baca Juga : 5 Buah 'Sakti' Ala Dokter Tirta, Nomor 4 Tak Banyak yang Tahu
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjaga habitat biota laut, meningkatkan kualitas ekosistem, serta menyerap karbon.
"Kita bukan sekadar menanam 10.000 bibit mangrove. Tapi kita sedang menanam perlindungan bagi pesisir Gresik dan harapan untuk generasi yang akan datang," ujar Gus Yani sapaan akrabnya.
Gus Yani menyebut, program konservasi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan. Pemerintah desa, masyarakat, dan kelompok pengawas diharapkan memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pihaknya juga mendorong kawasan mangrove Randuboto dikembangkan sebagai ruang edukasi, kawasan konservasi, dan ekowisata berbasis masyarakat.
"Target kita harus berdampak pada keberlanjutan masyarakat, terutama menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir," pungkasnya.
Presiden Direktur PT Smelting Darma Djojonegoro menegaskan, penanaman 10.000 mangrove merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan, bukan sekadar pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Keberhasilan ini tidak dapat dicapai sendiri tanpa kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gresik," ungkapnya.
Baca Juga : MTsN 2 Kota Malang Dorong Kader Adiwiyata Jadi Penggerak Perubahan Budaya Lingkungan
Menurut Darma, mangrove memiliki fungsi strategis sebagai benteng alami pesisir. Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan tersebut juga dapat menjadi pusat edukasi lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui ekowisata.
Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra menyebut desanya telah memiliki komitmen panjang dalam menjaga kawasan mangrove. "Desa Randuboto mempunyai kawasan mangrove seluas 200 hektare dan sudah kita jaga utuh sejak 2013," katanya.
Menurut Andhi, keberadaan mangrove selama ini terbukti membantu melindungi pesisir dari abrasi sekaligus menjaga produktivitas biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
"Kami berharap program Pesisir Lestari tidak berhenti pada penanaman, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memastikan pesisir Gresik tetap terlindungi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi generasi mendatang," tandasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaidah, Plt Kepala Dinas Perikanan Arif Wicaksono, Forkopimcam Sidayu, Pemerintah Desa Randuboto, Pokmas, serta pegiat lingkungan dan konservasi.
