Sederet Fakta Kecelakaan Lalu Lintas Truk Kertas di Pasuruan Diduga Rem Blong, Tewaskan 4 Orang

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

27 - Jul - 2026, 02:51

Potret truk trailer bermuatan gulungan kertas usai terjadi kecelakaan di Jalan Raya Surabaya-Malang, tepatnya di kawasan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (27/7/2026) pagi. (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer bermuatan gulungan kertas terjadi di Jalan Raya Surabaya-Malang, tepatnya di kawasan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (27/7/2026) pagi. Truk bernomor polisi DK 8019 DG diduga mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan dan rumah warga.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.45 WIB itu berlangsung di tiga titik benturan. Akibatnya, empat orang meninggal dunia, enam lainnya mengalami luka-luka, sementara sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan berat.

Baca Juga : Fakta-Fakta Tewasnya Maling Ayam di Bali: Korban Residivis hingga Tangisan Anaknya saat Pemakaman Viral

Berikut sederet fakta kecelakaan maut tersebut, dilansir dari berbagai sumber: 

1. Diduga Bermula dari Rem Blong

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara dan rekaman CCTV, truk trailer bermuatan gulungan kertas melaju dari arah Malang menuju Surabaya sebelum diduga mengalami rem blong.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat mengatakan sopir diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga menabrak kendaraan di depannya.

"Kecelakaan bermula saat truk muatan kertas melaju dari arah selatan (Malang) menuju utara (Surabaya). Diduga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak truk boks yang berada tepat di depannya," ujarnya.

2. Tabrakan Terjadi di Tiga Titik

Polisi mengungkap kecelakaan berlangsung dalam tiga titik benturan. Titik pertama, truk trailer menabrak truk boks. Benturan keras membuat truk boks melompati median jalan dan masuk ke jalur berlawanan hingga menghantam mobil tangki air serta dua sepeda motor.

Titik kedua, truk bermuatan kertas terus meluncur dan menghantam truk lain hingga terdorong masuk ke pekarangan warga. Dalam lintasannya, truk juga sempat melindas sepeda motor.

Titik ketiga, laju kendaraan baru berhenti setelah menghantam deretan rumah warga di sisi barat jalan.

"Laju kendaraan baru benar-benar terhenti di titik ketiga setelah menghantam deretan rumah warga di sisi barat jalan. Catatan sementara kami, sedikitnya ada lima rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat kerasnya benturan," jelas Jauhar.

3. Empat Orang Meninggal Dunia

Korban jiwa dalam kecelakaan ini bertambah setelah sopir truk trailer dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Sebelumnya, sopir sempat dievakuasi oleh tim Basarnas Surabaya setelah terjepit di dalam kabin selama sekitar tiga jam.

Baca Juga : Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Ketua PDIP Magetan Diana Sasa Ajak Jaga Demokrasi

"Saat dievakuasi sopir trailer masih hidup, namun saat di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia," kata Jauhar.

Dengan demikian, hingga kini tercatat empat orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

4. Sedikitnya Lima Rumah Rusak Berat

Selain menabrak sejumlah kendaraan, truk trailer juga menghantam deretan rumah warga.
Sedikitnya lima rumah mengalami kerusakan berat akibat kerasnya benturan. Sejumlah fasilitas umum, termasuk tiang listrik, juga mengalami kerusakan sehingga petugas PLN diterjunkan untuk mengamankan lokasi.

5. Arus Surabaya-Malang Macet Panjang

Kecelakaan menyebabkan arus lalu lintas di jalur nasional Surabaya-Malang lumpuh selama proses evakuasi. Kemacetan terjadi dari dua arah, baik menuju Surabaya maupun Malang.

Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres Pasuruan menerapkan rekayasa lalu lintas dan mengarahkan sebagian kendaraan melalui Tol Gempol maupun Tol Pandaan.

"Untuk mengurai kemacetan, petugas kami juga berjaga di sejumlah titik. Kendaraan kami arahkan masuk Tol Gempol atau Tol Pandaan," ujar Jauhar.

6. Polisi Libatkan Tim TAA Polda Jatim

Polres Pasuruan memastikan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Penyidik akan menggandeng Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur untuk melakukan investigasi ilmiah.

"Kami mengedepankan scientific crime investigation. Kami akan melakukan analisis mendalam bersama Tim TAA Polda Jatim dengan memadukan bukti CCTV, keterangan saksi, dan jejak rem di TKP," ujar Jauhar.