Malang Fashion Runway 2026 Hadirkan 53 Desainer, MATOS Perkuat Industri Fashion Nasional
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
12 - Jul - 2026, 05:01
JATIMTIMES - Gemerlap lampu panggung berpadu dengan langkah para model yang percaya diri membuka penyelenggaraan Malang Fashion Runway (MFR) Series #7 di Grand Hall Malang Town Square (MATOS), Sabtu (11/7/2026) malam. Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya, ajang fashion tahunan ini kembali menjadi ruang pertemuan para desainer, pelaku industri kreatif, hingga pecinta mode dari berbagai daerah dengan mengangkat tema “FANTASTISCA”.
Sejak memasuki area Grand Hall, pengunjung langsung disambut atmosfer yang penuh warna. Deretan koleksi busana dengan permainan warna-warna berani seperti merah menyala, emas, biru elektrik hingga nuansa pastel bergantian menghiasi runway.

Tata cahaya yang dinamis berpadu dengan iringan musik teatrikal membuat setiap koleksi tampil dramatis. Kursi penonton yang hampir penuh menunjukkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan karya puluhan desainer.
Baca Juga : MBG Mulai Lagi Kapan? Ini Jadwal Resmi Program Makan Bergizi Gratis Setelah Libur Sekolah 2026
Tak sedikit pengunjung mengabadikan setiap penampilan menggunakan ponsel, sementara tepuk tangan bergemuruh setiap kali koleksi unik dan inovatif melintas di atas catwalk.
Sebanyak 53 desainer dari Kota Malang, berbagai daerah di Jawa Timur hingga sejumlah kota di Indonesia menampilkan karya terbaiknya. Setiap koleksi menghadirkan karakter berbeda, mulai dari busana modern, etnik kontemporer, hingga rancangan avant-garde yang sarat eksplorasi bentuk, tekstur, dan detail artistik.

Pertunjukan semakin semarak dengan penampilan pembuka History Maker Dancer, dilanjutkan Theatrical Dance by Patricia Dancer yang memadukan unsur seni pertunjukan dengan dunia mode.
Sementara sesi Fashion Kids menghadirkan keceriaan para model cilik yang tampil percaya diri di atas runway. Seluruh rangkaian pertunjukan dikemas di bawah arahan koreografer Agoeng Soedir Poetra.
Regional Mall Director Lippo Malls Jawa Timur, Fifi Trijanti, mengatakan Malang Fashion Runway telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda peragaan busana. Ajang ini merupakan bentuk nyata komitmen Malang Town Square dalam mendukung pertumbuhan industri fashion sekaligus memberikan ruang bagi para talenta kreatif untuk berkembang.

“Selama tujuh tahun kami konsisten menghadirkan Malang Fashion Runway karena kami percaya industri fashion memiliki potensi yang sangat besar. Kami ingin MATOS tidak hanya dikenal sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi rumah bagi para pelaku industri kreatif, khususnya fashion, untuk berkarya dan memperkenalkan hasil kreativitasnya kepada masyarakat,” ungkap Fifi.
Fifi menjelaskan, tema FANTASTISCA dipilih sebagai representasi kebebasan berimajinasi yang tetap berpijak pada nilai estetika. Menurutnya, setiap karya yang ditampilkan para desainer bukan hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga membawa cerita, identitas, hingga inovasi yang menjadi kekuatan industri mode Indonesia.
“Kami ingin setiap desainer memiliki ruang untuk mengekspresikan ide tanpa batas. Fashion selalu berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai seni dan kualitas harus tetap menjadi fondasi utama. Karena itu, melalui tema FANTASTISCA kami mengajak semua orang melihat bahwa kreativitas tidak memiliki batas,” imbuhnya.
Dengan penyelenggaraan MFR juga menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak, mulai dari desainer, pelaku UMKM, brand lokal, komunitas kreatif hingga pemerintah daerah.
“Kami percaya sebuah ekosistem kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada ruang yang mempertemukan seluruh pelaku industri. Di sinilah Malang Fashion Runway mengambil peran sebagai jembatan kolaborasi sehingga lahir peluang-peluang baru bagi para desainer maupun UMKM,” tambahnya.

Menurut Fifi, komitmen tersebut akan terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang. Sebab saat industri fashion berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan para desainer, tetapi juga pelaku UMKM, industri pendukung, hingga sektor ekonomi kreatif lainnya.
Baca Juga : Bang Yani: Golkar Situbondo Bersholawat Jadi Ikhtiar Merawat Tradisi Kota Santri
"Kami akan terus menghadirkan Malang Fashion Runway sebagai agenda tahunan. Harapan kami, MATOS dapat menjadi pusat aktivitas fashion di Kota Malang, melahirkan lebih banyak desainer muda, memperkuat industri kreatif daerah, sekaligus menjadikan Kota Malang semakin dikenal sebagai kota yang memiliki ekosistem fashion yang kuat,” harap Fifi.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Malang Fashion Runway yang telah memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa industri fashion di Kota Malang terus tumbuh dan berkembang.
“Malang Fashion Runway menjadi cerminan bahwa kreativitas masyarakat Kota Malang tidak pernah padam. Ini bukan hanya tentang peragaan busana, tetapi bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menilai sektor fashion merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Di balik setiap karya yang ditampilkan terdapat para pelaku UMKM, perajin, penjahit, hingga desainer yang terus berinovasi.
“Mereka adalah bagian penting dalam menggerakkan ekonomi sekaligus memperkenalkan identitas Kota Malang melalui karya-karya kreatif,” jelasnya.
Wahyu juga berharap Malang Fashion Runway dapat terus menjadi ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru.
Tak hanya menghadirkan pertunjukan di atas catwalk, kemeriahan MFR 2026 juga dilengkapi Bazaar Fashion yang berlangsung pada 8-12 Juli 2026 di Hall Lobby Utama Malang Town Square. Berbagai produk fashion, kosmetik, koleksi desainer, tenant MATOS hingga produk UMKM lokal dipamerkan dalam satu kawasan, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan mode, tetapi juga dapat berbelanja sekaligus mendukung produk-produk kreatif karya anak bangsa.
