Terjadi 181 Gempa Bumi di Awal Juli, Sebagian Turut Dirasakan di Sejumlah Wilayah di Jatim
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
04 - Jul - 2026, 06:11
JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi telah terjadi 181 gempa Bumi di Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya. Dari ratusan kejadian gempa Bumi yang dilaporkan pada awal Juli 2026 tersebut, sebagian di antaranya turut dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
"Pada periode 26 Juni sampai dengan 2 Juli 2026 terjadi 181 gempa Bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso.
Baca Juga : Krisis Pejabat Definitif di Pemkot Malang Bertambah: 8 Posisi Kosong, Wawali Akui Kondisi Tak Ideal
Gempa Bumi yang terjadi dalam kurun waktu sepekan tersebut didominasi oleh gempa Bumi dangkal. Yakni gempa Bumi yang terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut. "Pada periode ini terdapat 144 kejadian gempa umi dangkal," ujarnya.
Sementara 37 kejadian lainnya merupakan gempa Bumi menengah. Yaitu gempa Bumi yang terjadi di kedalaman pada rentang 60 hingga kurang dari 300 kilometer.
"Pada periode ini terdapat 37 kejadian gempa Bumi menengah dan nihil kejadian gempa bumi dalam," ujarnya.
Perlu diketahui, gempa Bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. "Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 5.26 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.18," ujarnya.
Secara spesifik, kejadian gempa Bumi terbanyak pada periode ini terekam pada 27 Juni 2026. Yakni dengan jumlah 36 gempa.
Sedangkan gempa paling sedikit terekam pada 26 Juni 2026 dengan jumlah 22 kejadian. "Kejadian gempa disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," jelasnya.
Ricko menyebut, dari ratusan gempa yang dilaporkan pada awal Juli 2026 tersebut, tidak semuanya dapat dirasakan langsung oleh manusia. "Sedangkan pada periode ini terdapat satu kejadian gempa Bumi yang dirasakan," ujarnya.
Baca Juga : Bupati Sanusi Dorong Dekopinda Bisa Bawa Koperasi di Kabupaten Malang Semakin Maju dan Sehat
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gempa tektonik yang dapat dirasakan langsung tersebut terjadi di wilayah Pacitan, Jawa Timur pada 27 Juni 2026. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tektonik yang memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3 tersebut turut dirasakan di sejumlah wilayah termasuk di Malang.
Gempa yang terjadi pada saat itu dapat dirasakan dengan beberapa skala intensitas. Di antaranya ialah skala II MMI (Modified Mercalli Intensity). Yaitu berupa getaran yang dirasakan oleh beberapa orang, hingga benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Gempa dengan skala II MMI tersebut pada saat itu turut dirasakan di Kulon Progo, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, Ponorogo, dan Jember.
Sementara itu, untuk gempa yang juga turut dirasakan di Pacitan, Wonogiri, Tulungagung, dan Blitar, pada saat itu terjadi dengan skala III MMI. Yaitu berupa getaran yang dirasakan nyata pada dalam rumah, serta terasa getaran yang seakan-akan ada truk berlalu.
