Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Situbondo Kloter 89 Meninggal di Mekkah

Editor

A Yahya

02 - Jun - 2026, 11:44

Rifan Junaidi, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo, saat dikonfirmasi JATIMTIMES. (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Berita duka datang dari Mekkah, seorang jamaah haji asal Kabupaten Situbondo, Fathor Rahman, warga Kecamatan Malandingan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 89, dilaporkan meninggal dunia, Jumat (29/5/2026) lalu.

Diketahui, almarhum menunaikan ibadah haji tahun ini bersama sang istri melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Hafas Situbondo.

Baca Juga : Rombongan Jemaah Haji Kota Batu bersama Wali Kota Nurochman Kembali dengan Selamat, Satu Pasien Sempat Dirawat

Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Situbondo Rif'an Junaidi, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa Fathor Rahman wafat akibat penyakit menahun yang mendadak kambuh.

"Iya benar, jamaah haji asal Situbondo atas nama Fathor Rahman meninggal dunia pada Jumat lalu setelah sebelumnya mengeluh nyeri dada," ujar Rif'an saat dikonfirmasi pada Selasa (02/6/2026).

Ia juga menambahkan, sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mendapatkan perawatan medis dari petugas kesehatan di hotel tempatnya menginap dengan didampingi oleh istrinya.

"Beliau sedang beristirahat di hotel dan ditemani istrinya. Sempat mendapat penanganan medis, namun beberapa saat kemudian yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Kondisi kesehatan Fathor Rahman, kata Rif'an sebenarnya sudah menunjukkan penurunan sejak berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Almarhum bahkan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari. Setelah kondisinya dinyatakan membaik dan pulih, barulah ia diberangkatkan ke Tanah Suci menyusul rombongannya.

Baca Juga : 4 Wilayah di Pulau Jawa yang Berisiko Mengalami Krisis Air Bersih saat Kemarau Panjang 2026

"Yang bersangkutan sebelumnya sudah dirawat di rumah sakit di Surabaya. Karena kesehatannya mulai pulih, akhirnya diputuskan untuk tetap diberangkatkan ibadah haji," tambahnya.

Pasca-kejadian tersebut, petugas kloter langsung berkoordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menerbitkan sertifikat kematian (Certificate of Death). Setelah seluruh dokumen administrasi selesai diproses, jenazah almarhum langsung dimakamkan di Mekkah.