Jelang Iduladha, AS Kembali Serang Iran: Targetkan Kapal dan Lokasi Rudal
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
26 - May - 2026, 02:30
JATIMTIMES - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pasukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan melancarkan serangan baru ke wilayah Iran pada Selasa (26/5/2026), dengan sasaran kapal-kapal Iran serta lokasi peluncuran rudal di bagian selatan negara tersebut.
Laporan ini pertama kali disampaikan media AS, Fox News, yang mengutip pernyataan juru bicara Komando Pusat militer AS, Tim Hawkins. Dalam keterangannya, militer AS menyebut serangan dilakukan sebagai langkah pembelaan diri untuk melindungi pasukan mereka di kawasan.
Baca Juga : 25 Ucapan Selamat Iduladha 2026 yang Menyentuh Hati, Cocok Dibagikan ke Keluarga dan Teman
“Pasukan AS melakukan tindakan membela diri hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” ujar Tim Hawkins seperti dikutip Fox News, Selasa (26/5/2026).
Menurut Hawkins, target operasi militer kali ini mencakup lokasi peluncuran rudal milik Iran serta kapal-kapal yang disebut sedang berupaya memasang ranjau di perairan strategis kawasan Timur Tengah.
“Targetnya termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau. Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” katanya.
Di waktu yang sama, ledakan dilaporkan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan. Media semi-resmi Iran, Mehr News Agency, menyebut situasi di wilayah tersebut telah berhasil dikendalikan.
Serangan terbaru ini terjadi saat AS dan Iran disebut tengah membahas draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.
Informasi mengenai kesepakatan itu sebelumnya diungkap seorang pejabat AS kepada Axios. Namun hingga kini, baik pemerintah AS maupun Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait isi draf tersebut.
Menurut laporan Axios, kesepakatan yang sedang dibahas berpotensi memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Selain itu, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup sejak konflik memanas pada akhir Februari lalu.
Isi Draf Kesepakatan AS-Iran
Berdasarkan laporan Axios, terdapat sejumlah poin penting dalam nota kesepahaman yang tengah dinegosiasikan, di antaranya:
• Iran akan membersihkan ranjau di Selat Hormuz
• Kapal internasional diizinkan melintas tanpa pungutan
• AS mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran
• Iran mendapat pengecualian sanksi terbatas untuk menjual minyak selama 60 hari
• Iran berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir
• Pengayaan uranium tingkat tinggi akan dinegosiasikan untuk ditangguhkan
Meski demikian, seorang pejabat AS mengingatkan bahwa kesepakatan tersebut belum final dan masih berpotensi gagal sebelum resmi ditandatangani.
Selama masa perpanjangan gencatan senjata, pasukan AS yang berada di kawasan Timur Tengah disebut masih akan tetap ditempatkan di lokasi mereka saat ini.
Baca Juga : 10 Ide Menu Iduladha yang Jarang Disuguhkan, Unik dan Bikin Ketagihan
Penarikan pasukan baru akan dilakukan apabila kesepakatan final berhasil tercapai dan diverifikasi kedua pihak.
Tak hanya itu, kesepakatan tersebut juga disebut berkaitan dengan upaya meredakan konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Israel disebut tetap diperbolehkan mengambil tindakan jika Hizbullah kembali melakukan serangan atau mempersenjatai diri.
Upaya diplomatik antara AS dan Iran mendapat dukungan dari sejumlah negara Arab dan Muslim. Beberapa di antaranya yakni Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Pakistan, hingga Uni Emirat Arab.
Mereka mendorong penyelesaian konflik melalui jalur negosiasi demi menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa bulan terakhir terus memanas.
