Nurul Sahara Beri Belasungkawa untuk Yai Mim, Konflik Masa Lalu Tak Halangi Doa
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
14 - Apr - 2026, 09:47
JATIMTIMES - Kabar meninggalnya Muhammad Imam Muslimin atau Yai Mim tahanan kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi di rumah tahanan Polresta Malang Kota menyisakan duka bagi Nurul Sahara, tetangga yang sempat berseteru dengan almarhum. Dari Batam, Sahara tetap menyampaikan belasungkawa meski hubungan keduanya pernah diwarnai konflik.
“Saya mendapatkan kabar duka ini dari suami saya di Kota Malang. Kami turut berduka cita atas meninggalnya Pak Mim,” kata Sahara, Selasa (14/4/2026).
Ia turut menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi almarhum. Menurutnya, keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi ketabahan menghadapi cobaan ini.
“Semoga beliau husnul khotimah dan segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah. Keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan,” ucapnya.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Rakhmad Aji Prabowo, mengungkapkan bahwa hasil analisis awal tim medis menunjukkan adanya indikasi asfiksia sebagai penyebab kematian. Yakni kondisi kekurangan oksigen secara drastis.
“Dari hasil analisis dokter, tanda-tanda yang menonjol mengarah pada asfiksia,” tegas Aji,
Menurutnya, sebelum kejadian, kondisi Yai Mim dalam keadaan sehat pada Senin (13/4/2026) pagi. Pemeriksaan kesehatan pada pukul 08.59 WIB menunjukkan tekanan darah normal tanpa keluhan berarti.
Namun sekitar pukul 13.45 WIB, kondisi berubah drastis saat Yai Mim tiba-tiba terjatuh ketika berjalan dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan penyidik.
“Yang bersangkutan terjatuh dalam posisi duduk saat berjalan dari ruang tahanan nomor 4 menuju ruang pemeriksaan,” jelasnya.
Baca Juga : Seribu Lebih Calon Haji Malang Sudah Divaksin, Siap Berangkat Mulai 22 April
Petugas kemudian segera membawa Yai Mim ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
“Begitu mengetahui kondisi tersebut, kami langsung membawa ke RSSA. Namun yang bersangkutan meninggal dunia dalam perjalanan,” imbuhnya.
Pihaknya pun langsung mendampingi proses pemulangan jenazah tersebut. Pendampingan ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur kepolisian sekaligus memastikan proses penyerahan jenazah kepada keluarga berjalan lancar dan aman.
“Iya, kami mendampingi proses pemberangkatan jenazah ke Blitar,” tutupnya.
Untuk diketahui Yai Mim menjadi tahanan di rutan Polresta Malang Kota sejak 19 Januari 2026 terjerat kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi.
