Temuan Sumber Mata Air Baru di Balik Bencana Longsor Bantur, Debit Air Capai 100 Liter/Menit
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
28 - Mar - 2026, 06:23
JATIMTIMES - Bencana tanah longsor terjadi pada sebuah lahan perkebunan tebu milik warga yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (28/3/2026). Pada serangkaian peristiwa bencana longsor tersebut juga ditemukan sumber mata air baru dengan debit air yang disebut mencapai hingga 100 liter per menit.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh perangkat desa setempat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang pada Sabtu (28/3/2026) pagi. Sejumlah personel BPBD Kabupaten Malang kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus pendataan awal di lokasi bencana tersebut.
Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025
"Hujan dengan intensitas deras di wilayah Kecamatan Bantur khususnya di Desa Bandungrejo mengakibatkan lahan tebu sepanjang kurang lebih 25 meter dan tinggi 10 meter serta lebar 20 meter mengalami longsor," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Berdasarkan informasi dari perangkat desa dan masyarakat setempat, bencana longsor tersebut merupakan peristiwa susulan sejak awal Februari 2026 lalu. Hingga akhirnya, pada kejadian di hari Sabtu (28/3/2026), dilaporkan adanya sumber mata air yang cukup besar di balik runtutan bencana longsor tersebut.
"Dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang berpotensi membahayakan warga yang disebabkan karena banyaknya masyarakat sekitar yang melihat sumber mata air baru tersebut," imbuhnya.

Temuan sumber mata air baru tersebut kini sedang dalam pengkajian lebih lanjut dari pihak terkait. "Debit (airnya, red) cukup besar, satu menit bisa mencapai antara 80-100 liter. Airnya juga sangat dingin dan jernih, tidak ada bau," jelasnya.
Baca Juga : Pursuit of Jade, Drama Tiongkok yang Memadukan Kisah Cinta dan Seni Beladiri
Peristiwa temuan sumber mata air baru tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Bandungrejo untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. "Apabila terdapat perkembangan informasi akan kami sampaikan pada update berikutnya," pungkasnya.
